Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Samarinda, 12 April 2026 – Borneo FC memperlihatkan dominasinya pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 dengan mengalahkan PSPS Biak 5-1 di Stadion Segiri. Kemenangan ini menambah poin Borneo menjadi 60, cukup menempelkan mereka satu poin di belakang pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang memimpin dengan 61 poin.
Sejak peluit pertama, Borneo FC harus mengatasi ujian berat. Pada menit ke-13, bek utama Cleyton mengalami cedera serius dan harus digantikan oleh Komang Teguh. Pelatih Fabio Lefundes langsung menyesuaikan formasi, namun tim tetap menguasai jalannya pertandingan. Serangan pertama datang pada menit ke-29, ketika Koldo Obieta memberikan umpan terobosan kepada Mariano Peralta. Penyerang asal Argentina menaklukkan kiper PSBS Biak, Dimas Galih Pratama, dengan tenang, mencetak gol pembuka bagi Borneo.
Lima menit kemudian, PSBS Biak menyamakan kedudukan lewat gol dari Mohcine Hassan Nader yang menembakkan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola melesat melewati jangkauan kiper Nadeo Argawinata, membuat skor menjadi 1-1.
Pada menit ke-38, Peralta kembali mengubah arah pertandingan. Meskipun sempat dinyatakan offside, keputusan wasit Aprisman Aranda direvisi setelah konsultasi VAR, dan gol kedua Peralta memberi keunggulan 2-1 bagi Borneo. Babak pertama berakhir dengan selisih tipis tersebut.
Paruh kedua semakin intens. Pada menit ke-65, Juan Villa menambah keunggulan dengan tembakan akhir yang menembus jala gawang PSBS. Tiga menit kemudian, Marcos Astina memperluas selisih menjadi 4-1 lewat serangan cepat yang memaksa Dimas Galih kembali ke posisinya.
Menutup pesta gol, Komang Teguh, yang masuk sebagai pengganti pada babak pertama, mencetak gol kelima pada menit ke-88. Gol tersebut mengukuhkan kemenangan mutlak 5-1 bagi Borneo FC.
Berikut rangkuman gol dan kronologi pertandingan:
- 29′ – Mariano Peralta (Borneo) – assist Koldo Obieta
- 34′ – Mohcine Hassan Nader (PSBS) – tembakan luar kotak penalti
- 38′ – Mariano Peralta (Borneo) – gol brace
- 65′ – Juan Villa (Borneo) – penyelesaian akhir
- 68′ – Marcos Astina (Borneo) – serangan cepat
- 88′ – Komang Teguh (Borneo) – gol pengganti
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengakui bahwa laga tersebut sangat menantang. Ia menyatakan, “Meskipun hasil tidak berpihak kepada kami, tim berhasil menunjukkan perlawanan di beberapa fase. Kami harus bangkit kembali untuk menghindari relegasi.” Winger muda PSBS, Raja Siregar, menambahkan bahwa kehilangan fokus di awal babak kedua menjadi titik balik penting. “Dua gol cepat di babak kedua membuat mental kami turun drastis, sehingga sulit bangkit kembali,” ujarnya.
Di sisi lain, Borneo FC menegaskan ambisinya untuk merebut trofi juara. Dengan 60 poin, mereka berada dalam posisi strategis untuk menantang Persib Bandung pada sisa musim. Penampilan impresif Mariano Peralta, yang mencetak dua gol, serta kontribusi penting dari Juan Villa, Marcos Astina, dan Komang Teguh, menjadi faktor kunci keberhasilan tim. Tim asuhan Fabio Lefundes kini menatap peluang besar untuk mengakhiri musim sebagai juara, asalkan dapat mempertahankan konsistensi dan mengatasi tekanan dari pesaing terdekat.
Secara keseluruhan, kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Borneo FC di urutan kedua, tetapi juga menegaskan bahwa mereka menjadi salah satu tim paling konsisten di BRI Super League 2025/2026. Sementara PSBS Biak harus berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi, dengan total 18 poin dan berada di posisi ke-18 dari 20 tim.
Dengan selisih poin yang tipis, persaingan di puncak klasemen diprediksi akan semakin sengit pada pekan-pekannya mendatang. Borneo FC harus tetap fokus dan mengoptimalkan setiap peluang, sementara Persib Bandung berusaha mempertahankan keunggulan satu poin yang kini terasa rapuh.
Kedepannya, pertandingan-pertandingan penentu akan menjadi arena penting bagi kedua tim untuk mengamankan posisi masing-masing. Borneo FC, dengan moral tinggi setelah kemenangan telak ini, siap melanjutkan perburuan gelar, sementara Persib Bandung harus menjaga performa agar tidak tergerus oleh tekanan kompetitif.
