Leicester vs Millwall: Penyelamatan Dramatis Millwall dan Protes Fans Foxes di King Power Stadium

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 April 2026 | King Power Stadium menjadi saksi drama akhir pekan Championship pada 24 April 2026, ketika Leicester City yang baru saja terdegradasi ke Liga One harus berbagi poin dengan Millwall. Pertandingan yang berujung 1-1 ini tidak hanya memperpanjang harapan Millwall untuk kembali ke posisi dua otomatis, tetapi juga memicu kemarahan pendukung Leicester yang melontarkan banner menuntut perubahan di jajaran manajemen klub.

Gol pertama tercipta pada menit ke-78 melalui Harry Souttar, bek tengah asal Australia yang kembali bermain setelah 16 bulan mengidap cedera Achilles. Penampilan Souttar mendapat pujian karena ia tidak hanya memberikan kehadiran defensif, tetapi juga menambah nilai serangan dengan menyelesaikan peluang yang diciptakan oleh Lyle Thomas. Gol tersebut memberi Leicester keunggulan sementara, namun kegembiraan itu tidak bertahan lama.

Baca juga:

Menjelang akhir pertandingan, pada menit ke-90, Macaulay Langstaff, striker Millwall, mengeksekusi gol penyeimbang yang memicu sorakan para pendukung The Lions. Langstaff, yang belum mencetak gol sejak Februari, berhasil menembus pertahanan Leicester dengan tembakan kuat ke pojok atas gawang, memastikan hasil imbang dan mengangkat Millwall kembali ke posisi kedua klasemen, selangkah di atas Ipswich Town yang masih memiliki dua pertandingan tambahan.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi kedua tim dalam serangan, namun kedua belah pihak juga menampilkan sejumlah peluang yang terlewat. Abdul Fatawu, striker Leicester, gagal memanfaatkan peluang awal dengan tembakan meleset ke sisi gawang. Di sisi lain, Millwall mengalami beberapa kesempatan berbahaya melalui Casper De Norre dan Camiel Neghli, yang keduanya harus menelan pertahanan rapat.

  • Gol: Harry Souttar (78′), Macaulay Langstaff (90+)
  • Kartu Kuning: Jake Cooper (Millwall), Hamza Choudhury (Leicester), Harry Winks (Leicester)
  • Penjaga Gawang: Jakub Stolarczyk (Leicester) – melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-60

Kerusuhan di antara suporter Leicester muncul setelah pertandingan berakhir. Sejumlah banner berisi pesan “King Power Out” diterbangkan di atas stadion, menandakan ketidakpuasan terhadap kepemilikan klub yang dikelola oleh Aiyawatt “Top” Srivaddhanaprabha. Isu finansial dan keputusan manajerial menjadi sorotan utama, terutama setelah tim terperosok ke Liga One.

Pelatih Leicester City, Gary Rowett, menyampaikan rasa kecewa namun tetap optimis dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menilai penampilan Souttar sebagai sorotan positif, namun mengakui bahwa poin yang didapat terlalu sedikit untuk mengubah nasib klub yang sedang berada di zona kemelut.

Di atas lapangan, pertarungan fisik juga menjadi sorotan. Hamza Choudhury melakukan tekel keras yang memaksa Josh Coburn (Millwall) harus diganti pada menit ke-10 setelah cedera. Selain itu, Jake Cooper menerima kartu kuning setelah menantang Abdul Fatawu, yang menimbulkan keluhan dari para pendukung Leicester yang menganggapnya seharusnya mendapat kartu merah.

Dengan hasil ini, Millwall kini mengukir tiga poin penting, menempatkan mereka satu poin di atas Ipswich Town yang masih memiliki tiga pertandingan tersisa. Sementara Leicester harus menatap masa depan dengan rasa frustrasi, mengingat mereka harus menyelesaikan sisa musim di Liga One dengan harapan bangkit kembali.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa pentingnya konsistensi dan ketangguhan mental dalam kompetisi yang ketat. Bagi Millwall, gol penyeimbang Langstaff menjadi bukti bahwa tim masih memiliki potensi untuk melaju ke Premier League. Bagi Leicester, hasil imbang ini menambah beban pada manajemen klub untuk segera merespon keresahan suporter dan menata strategi guna kembali ke papan atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *