Rupiah Menguat Setelah BI Naikkan Suku Bunga, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus level Rp 18.200 per dolar AS pada Selasa (9/6/2026) pagi, namun berbalik menguat setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Rupiah sempat melemah hampir 10 persen sepanjang tahun ini, dengan nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp 16.683 per dolar AS pada awal tahun. Namun, setelah keputusan BI, rupiah mulai menunjukkan penguatan. Pada penutupan perdagangan Selasa sore, nilai tukar rupiah menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS.

Baca juga:

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kenaikan suku bunga acuan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik sehingga mampu mendorong masuknya kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

Pelemahan rupiah diakui melebihi proyeksi BI. Dalam berbagai evaluasi, BI melihat bahwa pelemahan rupiah melebihi yang diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada April 2026 mencapai 8.686 orang atau meningkat 35,13 persen dibandingkan Maret 2026. Namun, peningkatan kunjungan wisatawan tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, karena wisatawan tidak memilih sebuah destinasi hanya karena murah, melainkan karena destinasi tersebut menawarkan sesuatu yang bernilai untuk dikunjungi.

Kenaikan wisatawan pada April 2026 terjadi ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada pada kondisi yang relatif stabil dan belum mengalami tekanan signifikan. Oleh karena itu, menjadikan kurs sebagai penjelasan utama atas kenaikan wisatawan merupakan kesimpulan yang terlalu terburu-buru.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Rabu 10 Juni 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS. Rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (9/6/2026).

Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa rupiah telah menunjukkan penguatan setelah BI menaikkan suku bunga acuan. Namun, perlu diingat bahwa nilai tukar rupiah dapat berfluktuasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gejolak global dan keputusan kebijakan moneter. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan kebijakan moneter untuk memahami arah rupiah di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *