Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 31 Mei 2026 | Kai Havertz kembali membuktikan reputasinya sebagai pemain untuk laga besar. Penyerang asal Jerman itu mencetak gol pembuka Arsenal saat menghadapi PSG pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat.
Gol tersebut lahir sangat cepat. Havertz menjebol gawang PSG pada menit ke-6 dan membawa Arsenal unggul 1-0 di awal pertandingan. Momen itu bukan sekadar gol pembuka final Liga Champions. Havertz juga langsung mencatatkan sejumlah rekor istimewa yang menempatkannya dalam daftar pemain elite sepanjang sejarah kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Gol ke gawang PSG membuat Havertz menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mampu mencetak gol di final Liga Champions bersama dua klub berbeda. Sebelumnya, Havertz pernah menjadi pahlawan Chelsea saat mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 atas Manchester City pada final Liga Champions 2021 di Porto.
Lima tahun berselang, pemain berusia 26 tahun itu kembali mencetak gol di partai puncak, kali ini dengan seragam Arsenal. Dengan pencapaian tersebut, Havertz kini sejajar dengan dua nama besar lain yang lebih dahulu melakukannya, yakni Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic.
Ronaldo pernah mencetak gol final Liga Champions untuk Manchester United dan Real Madrid. Sementara Mandzukic melakukannya bersama Bayern Munchen dan Juventus. Havertz juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub Inggris berbeda.
Beberapa laporan media Eropa menyebut pencapaian itu sebagai rekor baru dalam sejarah kompetisi tersebut. Tak hanya soal rekor dua klub berbeda, gol Havertz juga tercatat sebagai salah satu yang tercepat dalam sejarah final Liga Champions.
Penyerang Arsenal itu mencetak gol pada menit ke-6. Catatan tersebut menjadi gol tercepat kedua di final Liga Champions dalam era modern kompetisi. Ia hanya kalah dari Mohamed Salah yang membawa Liverpool unggul atas Tottenham Hotspur pada final 2019 melalui penalti yang tercipta pada menit ke-2.
Gol cepat Havertz memberi Arsenal awal sempurna dalam upaya mengejar trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub London Utara tersebut. Hingga gol itu tercipta, PSG yang datang sebagai juara bertahan justru dipaksa bermain dari posisi tertinggal.
Rekor terbaru ini semakin memperkuat citra Havertz sebagai pemain yang kerap tampil menentukan di panggung terbesar. Nama Havertz sudah lebih dulu dikenang publik Chelsea berkat gol kemenangan di final Liga Champions 2021 melawan Manchester City.
Gol itu bahkan menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada laga tersebut dan memastikan The Blues meraih gelar Eropa kedua mereka. Kini, lima tahun setelah malam bersejarah di Porto, Havertz kembali muncul di final Liga Champions dan sekali lagi mencatatkan namanya di papan skor.
Jika Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir, gol menit ke-6 tersebut berpotensi menjadi salah satu gol terpenting dalam sejarah klub sekaligus menambah koleksi momen ikonik Kai Havertz di pentas Eropa.
Kai Havertz telah mencetak gol di dua final Liga Champions yang berbeda, dan ini membuatnya sejajar dengan Lionel Messi dan Samuel Eto’o. Kedua mantan bintang Barcelona itu juga tercatat pernah mencetak gol pada dua laga final yang berbeda.
Dengan pencapaian ini, Havertz semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbaik di Eropa. Ia telah membuktikan kemampuannya untuk mencetak gol di momen-momen penting dan menjadi pemain yang sangat berpengaruh di timnya.
Di akhir artikel ini, dapat disimpulkan bahwa Kai Havertz telah mencetak sejarah dengan menjadi pemain ketiga yang mencetak gol di final Liga Champions bersama dua klub berbeda. Ia juga telah mencetak gol tercepat kedua di final Liga Champions dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub Inggris berbeda.
