Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | Pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki aturan mainnya sendiri. Bagi investor pemula, melihat ratusan saham syariah mungkin membingungkan. Untuk memudahkannya, bursa membaginya ke dalam beberapa keranjang atau indeks. Dua indeks yang paling utama dan sering menjadi acuan adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
ISSI ibarat IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) versi syariah. Indeks ini menampung semua saham syariah tanpa memedulikan seberapa besar ukuran perusahaannya atau seberapa sering sahamnya ditransaksikan. Selama sebuah perusahaan diakui halal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan masuk ke Daftar Efek Syariah (DES), otomatis sahamnya masuk ke ISSI.
Syarat Masuk ISSI (Sangat Bergantung pada Bisnis dan Utang): Untuk diakui halal oleh OJK, ada dua tes utama: Tes Bisnis (Kualitatif): Perusahaan tidak boleh berbisnis di sektor yang dilarang agama, seperti bank konvensional (mengandung riba/bunga), judi, barang haram, atau perdagangan yang sifatnya manipulatif. Tes Keuangan (Kuantitatif): Keuangannya harus sehat dan utangnya dibatasi.
JII: Etalase 30 Saham Syariah Paling Laris (Blue-Chip). Jika ISSI menampung ratusan saham, JII jauh lebih eksklusif. Indeks ini dirancang khusus untuk investor besar atau manajer investasi yang butuh saham aman, besar, dan mudah diperjualbelikan (likuid). JII hanya berisi 30 saham.
BEI melakukan evaluasi mayor terhadap emiten di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Evaluasi tersebut berlaku efektif sejak 2 Juni 2026 sampai 30 November 2026. Melansir dari laman keterbukaan informasi BEI, BEI mengeluarkan 72 emiten dari ISSI. Adapun, BEI memasukkan 16 emiten ke indeks ISSI di papan utama.
Indeks ISSI pada perdagangan kemarin itu ditutup melemah 1,20% ke level 215,22 dari level 217,84. Sementara, indeks JII ditutup melemah 1,06% ke level 381,93 dari level 386,03.
Kesimpulan, IHSG dan indeks saham syariah seperti ISSI dan JII memiliki peran penting dalam pasar modal syariah. Pemahaman yang baik tentang perbedaan antara ISSI dan JII dapat membantu investor membuat keputusan yang tepat dalam berinvestasi di pasar modal syariah.
