Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler β 17 April 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino pada hari Rabu (16/4) menegaskan kembali bahwa Timnas Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Invest in America yang disiarkan secara live, menyusul spekulasi luas tentang keamanan pemain Iran di tengah ketegangan geopolitik antara Tehran dan Washington.
“Iran pasti akan datang. Mereka sudah lolos dan para pemain ingin bermain,” ujar Infantino dengan tegas. Ia menambahkan bahwa FIFA telah melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan Amerika Serikat serta tim kepelatihan Iran untuk menjamin perlindungan maksimal selama fase grup. Menurut Infantino, logistik dan regulasi turnamen tidak memungkinkan pemindahan venue, sehingga pertandingan Iran tetap dijadwalkan di Amerika Serikat.
Jadwal resmi menempatkan Iran di Grup G bersama Selandia Baru, Mesir, dan Belgia. Tim akan membuka fase grup di SoFi Stadium, Inglewood pada 15 Juni melawan Selandia Baru, dilanjutkan dengan laga melawan Belgia pada 21 Juni, dan menutup grup di Climate Pledge Arena, Seattle pada 26 Juni melawan Mesir. Semua pertandingan akan berlangsung di wilayah Amerika Utara, meski sebelumnya federasi Iran (FFIRI) sempat mengajukan permohonan pemindahan ke Meksiko karena kekhawatiran keamanan.
Permintaan tersebut ditolak oleh FIFA, yang menegaskan bahwa menunda atau memindahkan satu tim dapat menimbulkan ketidakseimbangan kompetitif serta mengganggu persiapan logistik host. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi bahwa otoritas Meksiko tidak akan mengubah rencana turnamen, sementara pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmen keamanan bagi semua tim peserta.
Di sisi lain, rumor tentang kemungkinan Timnas Indonesia menggantikan Iran muncul setelah FIFA mengindikasikan bahwa akan ada playoff tambahan bila Iran tidak dapat berpartisipasi. Playoff tersebut direncanakan melibatkan dua tim dari Asia dan dua tim dari Eropa. Tim Indonesia, yang berada di posisi kuat dalam kualifikasi zona Asia, menjadi salah satu kandidat potensial bersama Uni Emirat Arab dan Oman.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menolak berasumsi tentang peran Indonesia dalam skenario tersebut. “Saya belum mendapatkan dokumen resmi dari FIFA, jadi saya tidak berani berasumsi yang tidak pasti,” tegas Thohir saat konferensi pers di Gelora Bung Karno pada 16 April. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap hati-hati federasi Indonesia dalam menghadapi spekulasi media yang belum terkonfirmasi.
Meskipun demikian, para pengamat sepak bola menilai bahwa Indonesia memiliki peluang realistis bila playoff benar-benar digelar. Tim Garuda telah menempati posisi empat akhir dalam kualifikasi AFC, hanya di belakang Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Keberhasilan Indonesia dalam playoff akan bergantung pada performa di laga penentuan serta kebijakan FIFA yang masih dalam tahap finalisasi.
Selain isu geopolitik, FIFA juga menekankan peran olahraga sebagai jembatan perdamaian. Infantino menyatakan, “Sepak bola harus menjadi sarana persatuan, bukan arena politik.” Pernyataan ini menegaskan kembali filosofi FIFA untuk menjaga integritas turnamen meski berada di tengah ketegangan internasional.
Secara keseluruhan, keputusan akhir masih menunggu konfirmasi resmi dari FIFA mengenai keamanan dan kesiapan Iran. Jika Iran dinyatakan tidak dapat berpartisipasi, proses playoff akan segera diumumkan, memberi peluang bagi tim Asia lain, termasuk Indonesia, untuk mengisi slot yang kosong. Namun hingga saat itu, fokus utama tetap pada persiapan tim-tim yang telah terkonfirmasi, termasuk Iran, yang kini harus bersiap menghadapi tantangan grup di Amerika Serikat.
