Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan sikap yang mulai melunak dengan menyatakan kesediaannya menerima penangguhan program nuklir Iran selama 20 tahun. Pernyataan ini menandai pergeseran sikap yang signifikan dari Trump, yang sebelumnya bersikeras menuntut penghentian program nuklir Teheran.
Berbicara kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One usai melangsungkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Trump menyebut kedua negara sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan wajib membuka kembali Selat Hormuz.
Ketika seorang jurnalis melontarkan pertanyaan apakah durasi 20 tahun tersebut dirasa cukup, Trump tampak menyetujuinya dengan memberikan catatan khusus. "Dua puluh tahun sudah cukup, tetapi tingkat jaminan dari mereka, dengan kata lain, harus benar-benar 20 tahun," ujar Trump.
Meski demikian, Trump juga menegaskan bahwa kesabarannya terhadap Iran mulai menipis lantaran belum ada tanda-tanda kemajuan yang berarti dalam proses perundingan. Padahal sebelumnya, Trump bersikeras agar Iran menyetop pengayaan uranium mereka secara permanen guna mengeliminasi potensi ancaman nuklir di masa depan.
AS dan Iran berpatokan pada gencatan senjata yang tidak pasti. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Teheran perlu menjamin penghentian program pengayaan uraniumnya agar kesepakatan perdamaian dapat tercapai. Trump mengatakan ingin program itu dihapus dari agenda selama beberapa dekade.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negosiasi mengenai masalah ini rumit dan mengalami kebuntuan. Araghchi menyampaikan, "Kami tidak memercayai pihak AS. Ini adalah fakta, dan ini adalah hambatan utama dalam setiap upaya diplomatik."
Di akhir, kesimpulan dari pernyataan Trump dan situasi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran. Kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan, terutama terkait program nuklir Iran.
