Serangan Israel di Gaza: Gencatan Senjata Tidak Terwujud

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Agustus 2026 | Serangan Israel di Gaza terus berlanjut, menewaskan sedikitnya delapan orang dan menghancurkan gudang obat di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Serangan ini terjadi di tengah upaya baru untuk menerapkan gencatan senjata.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan helikopter Israel menewaskan seorang pria dan wanita di sebuah apartemen di selatan Deir el-Balah. Serangan terpisah menewaskan tiga orang di Khan Younis dan satu orang di Kota Tua Gaza.

Baca juga:

Gudang obat di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa hancur akibat ledakan, meninggalkan kawah berdiameter 20 meter dan kedalaman 10 meter. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa gudang tersebut menyimpan perlengkapan medis penting, termasuk obat-obatan bagi pasien gagal ginjal.

Hamas menyatakan bersedia menyerahkan senjatanya jika Israel menghentikan serangan dan menarik pasukan. Namun, Israel menolak menarik pasukannya dan menuntut bukti pelucutan senjata Hamas yang sesungguhnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum berkomentar secara terbuka mengenai inisiatif tersebut. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyebut bahwa Israel harus terus menargetkan para pemimpin Hamas.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan luas, terutama karena serangan tersebut terjadi di tengah upaya baru untuk menerapkan gencatan senjata. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah merilis draf kerangka kerja 15 poin untuk mengimplementasikan perjanjian gencatan senjata Gaza tahun lalu.

Namun, kerangka kerja tersebut belum diimplementasikan di lapangan. Israel dan Hamas masih terlibat dalam konflik yang berkepanjangan, dan gencatan senjata tampaknya belum terwujud dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *