Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Mei 2026 | Serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia telah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih luas dan presisi dibandingkan laporan awal yang disampaikan pemerintahan Donald Trump. Menurut analisis yang dilakukan oleh The Washington Post berdasarkan lebih dari 100 citra satelit yang dirilis oleh Iran, sedikitnya 228 struktur dan peralatan militer di 15 situs militer AS hancur atau rusak.
Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Markas Armada ke-5 AS di Bahrain serta tiga pangkalan di Kuwait, yakni Ali Al-Salem, Camp Arifjan, dan Camp Buehring. Fasilitas yang terkena dampak meliputi hanggar, barak, depot bahan bakar, sistem pertahanan rudal Patriot yang mahal, pembangkit listrik, hingga lima lokasi penyimpanan bahan bakar.
Selain itu, situs komunikasi satelit di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar serta sistem radar THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab juga dilaporkan hancur. Kerusakan ini menunjukkan dampak yang sangat signifikan bagi negara dengan teknologi militer superior seperti AS.
Konflik di Timur Tengah dimulai oleh serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari. Iran membalas serangan dengan menargetkan fasilitas militer AS di kawasan Teluk Persia dan menutup Selat Hormuz. Perang terus berkecamuk hingga Akhirnya Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 8 April dan diperpanjang pada 22 April.
Upaya untuk mendamaikan AS dan Iran masih menghadapi kebuntuan meski kedua belah pihak sudah bertemu di Pakistan dan berbagai usaha terus dilakukan. Serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia telah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih luas dan presisi dibandingkan laporan awal yang disampaikan pemerintahan Donald Trump.
Kerusakan ini menunjukkan dampak yang sangat signifikan bagi negara dengan teknologi militer superior seperti AS. Konflik di Timur Tengah masih berlanjut dan upaya untuk mendamaikan AS dan Iran masih menghadapi kebuntuan.
