Pemilik Restoran Bintang Michelin di Korea Selatan Menghadapi Hukuman Penjara atas Sorbet yang Ditetesi Semut

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juli 2026 | Sebuah restoran bintang Michelin di Korea Selatan sedang menghadapi masalah hukum karena menyajikan sorbet yang ditetesi semut hitam. Pemilik restoran tersebut dihadapkan pada kemungkinan hukuman penjara selama satu tahun dan denda sebesar 20 juta won (sekitar $13.500) karena melanggar peraturan keamanan pangan.

Menurut laporan, restoran tersebut menggunakan semut hitam yang tidak disetujui untuk konsumsi manusia di Korea Selatan. Semut-semut tersebut diimpor dari Thailand dan Amerika Serikat dan digunakan sebagai hiasan untuk sorbet pembersih palette.

Baca juga:

Peraturan keamanan pangan di Korea Selatan hanya mengizinkan 10 spesies serangga untuk dikonsumsi, termasuk belalang dan larva ulat gandum. Semut tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Investigasi dimulai setelah petugas keamanan pangan menemukan foto dan deskripsi hidangan yang diberi semut di blog dan media sosial. Diperkirakan sekitar 49.000 semut telah disajikan kepada pelanggan selama empat tahun terakhir.

Pemilik restoran mengakui telah menggunakan semut sebagai hiasan, tetapi membantah estimasi jumlah semut yang disajikan. Ia juga menyatakan bahwa semut hanya digunakan dalam satu hidangan dari menu tasting seharga 15 kursus dan bahwa pelanggan dapat memilih alternatif hiasan lainnya.

Pengacara pembela menyatakan bahwa restoran di negara-negara lain, seperti Denmark, Inggris, dan Australia, juga menggunakan semut dalam hidangan fine dining. Namun, peraturan keamanan pangan di Korea Selatan belum mengizinkan penggunaan semut sebagai bahan makanan.

Kasus ini menyoroti kesenjangan antara tren fine dining yang semakin eksperimental dan kerangka keamanan pangan di Korea Selatan. Jika pemilik restoran tersebut divonis bersalah, hal ini dapat menetapkan preseden bagi bagaimana regulator menangani koki yang menggunakan bahan-bahan yang tidak terdaftar untuk tujuan kreatif atau rasa.

Sementara itu, restoran bintang Michelin di Seoul terus menyajikan hidangan yang inovatif dan lezat, tetapi dengan mematuhi peraturan keamanan pangan yang ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *