Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Agustus 2026 | Korea Utara baru-baru ini melakukan peluncuran rudal balistik yang terbang sejauh 690 kilometer dan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Tindakan ini mendapat protes keras dari Jepang dan Korea Selatan, serta perhatian internasional.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, rudal tersebut diluncurkan dari wilayah dekat pantai timur Korea Utara pada Selasa pagi dan menempuh jarak sekitar 690 kilometer dengan ketinggian maksimum sekitar 90 kilometer. Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan sedang berkoordinasi secara intens dalam menganalisis peluncuran tersebut.
Peluncuran rudal balistik Korea Utara ini merupakan tindakan agresif yang melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan ini, serta komunitas internasional. Jepang bersama AS dan 39 negara lainnya mengumumkan pernyataan bersama bahwa pihak-pihak yang ingin meluncurkan rudal balistik antarbenua, rudal balistik dari kapal selam, maupun kendaraan peluncur antariksa harus memberikan pemberitahuan setidaknya 24 jam sebelumnya.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mencoba membuka dialog dengan Korea Selatan, namun Korea Utara belum menindaklanjuti upaya tersebut. Indonesia sendiri tidak terkait langsung dengan konflik ini, tetapi sebagai negara yang menjaga perdamaian dan keamanan internasional, Indonesia pasti memperhatikan situasi ini dengan serius.
Di lain pihak, beredar rumor bahwa Presiden Prabowo Subianto pinjam dana sebesar 500,5 triliun dari Korea Selatan dan Jepang untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes). Namun, setelah dilakukan pencarian, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Sehingga, klaim tersebut dapat disimpulkan sebagai hoaks.
Dalam situasi yang kompleks ini, penting bagi negara-negara untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan keamanan dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik.
