Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Mei 2026 | Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah kapal kargo Korea Selatan (Korsel), HMM Namu, dihantam oleh pesawat tak dikenal. Insiden ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah panas akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Menurut Kementerian Luar Negeri Korsel, dua pesawat tak dikenal menghantam pelat luar tangki pemberat sisi kiri di buritan HMM Namu dengan interval sekitar satu menit, menyebabkan api dan asap. Namun, jenis pesawat tersebut tidak dapat diidentifikasi karena keterbatasan dalam mengidentifikasi jenis pasti, asal peluncuran, dan ukuran fisik objek tersebut.
Teheran membantah bertanggung jawab atas serangan itu dan menyatakan bahwa mereka "dengan tegas menolak dan secara kategoris membantah tuduhan apa pun mengenai keterlibatan" pasukannya. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah "menembak" kapal berbendera Panama tersebut dan mendesak Korea Selatan untuk bergabung dengan operasi AS yang bertujuan untuk memulihkan pelayaran normal melalui Selat Hormuz.
Untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, Inggris mengerahkan kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah. Kapal perusak tipe 45 ini akan bersiaga di kawasan tersebut untuk ikut serta dalam inisiatif maritim Inggris-Prancis jika kondisi memungkinkan. Rencana misi ini bertujuan menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga dikabarkan mengerahkan apa yang disebut sebagai ‘armada nyamuk’, yang terdiri dari ratusan kapal untuk mengendalikan Selat Hormuz. Ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah rawan konflik.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran minyak dunia yang sangat penting. Dengan ketegangan yang meningkat, dunia internasional harus waspada dan berusaha untuk menyelesaikan konflik ini demi menjaga keamanan dan stabilitas global.
