IHSG Pekan Ini: Saham Tercuan dan Terboncos, Investasi di Era AI

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Mei 2026 | Pasar modal Indonesia menunjukkan daya tahan yang menarik di tengah fluktuasi ekonomi global dan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sepanjang periode perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rapor positif secara mingguan, didorong oleh kembalinya minat investor mancanegara ke pasar domestik.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG secara akumulatif menguat sebesar 0,18 persen dalam sepekan terakhir. Indeks kini bertengger di level 6.969,396, naik tipis dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.956,804.

Baca juga:

Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) jadi top gainer dengan lonjakan 59,24 persen hingga Rp7.500 per saham. Sementara saham dengan koreksi terdalam adalah PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang turun 26,09 persen ke posisi Rp850 per saham.

Investor asing mencatatkan beli bersih fantastis senilai Rp11,42 triliun, terutama pada saham sektor ritel PT Mitra Adiperkasa. Aktivitas perdagangan bursa melonjak signifikan dengan kenaikan nilai transaksi harian mencapai 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun.

Di tengah positifnya IHSG, 10 saham tercatat menguat dan melemah signifikan. Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham dengan kenaikan tertinggi adalah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang melonjak 59,24 persen.

Sementara itu, Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) menyelenggarakan perayaan hari ulang tahun yang ke-18 di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat (8/5). Dengan mengusung tema strategis “Smart AI, Solid GCG: Aligning Innovation with Integrity”, ICSA menegaskan pentingnya peran Sekretaris Perusahaan dalam memastikan adopsi teknologi digital tetap selaras dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).

Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi fundamental dalam operasional bisnis perusahaan. Namun, adopsi teknologi ini juga membawa tantangan baru dalam aspek etika, privasi data, dan kepatuhan terhadap hukum.

ICSA memfasilitasi diskusi lintas sektor yang mempertemukan perspektif akademisi, penyedia teknologi, dan pelaku industri. Acara yang dipandu oleh Moderator Sagita Melati (Anggota Bidang Komunikasi Media & Industri ICSA) ini menghadirkan narasumber ahli yaitu: Prof. Yudho Giri Sucahyo, Reski Damayanti, Usman Niandinata, dan Melinda Pudjo.

Pergerakan IHSG masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat. Saat ini, posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah.

Di hari terakhir perdagangan, Jumat (8/5), IHSG sempat mengalami tekanan cukup dalam dengan koreksi sebesar 2,86 persen. Namun, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) dengan nilai yang sangat besar, mencapai Rp11,42 triliun di seluruh pasar.

Sektor ritel menjadi primadona utama, di mana saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan nilai beli bersih asing paling fantastis senilai Rp11,8 triliun. Langkah agresif pemodal asing ini memberikan angin segar di tengah catatan net foreign sell sejak awal tahun yang masih berada di angka Rp37,61 triliun.

Kapitalisasi pasar saham di BEI ikut meningkat dari pekan sebelumnya menjadi Rp12.406 triliun. Angka tersebut juga meningkat tipis 0,19 persen sebesar Rp12.382 triliun dibanding pekan sebelumnya.

Kesimpulan, IHSG pekan ini ditutup positif di level 6.969,396, naik tipis 0,18 persen dibanding pekan sebelumnya. Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) jadi top gainer dengan lonjakan 59,24 persen hingga Rp7.500 per saham. Sementara saham dengan koreksi terdalam adalah PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang turun 26,09 persen ke posisi Rp850 per saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *