Deltras FC Kalahkan Persiku Kudus 2-1 dalam Duel Persiku vs Deltras yang Memukau

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Stadion Surajaya di Lamongan menjadi saksi pertarungan sengit pekan ke-26 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persiku Kudus dan Deltras FC. Meskipun Persiku seharusnya menjadi tuan rumah, renovasi Stadion Wergu Wetan memaksa mereka bermain di markas lawan, menambah tekanan pada skuad Macan Muria.

Pertandingan dimulai dengan kecepatan tinggi. Hanya dalam sepuluh menit pertama, Neville Tengeg milik Deltras FC menembus pertahanan Persiku dan mencetak gol pembuka lewat tendangan keras yang tak mampu dibendung oleh kiper Eko Saputro. Skor 0-1 langsung membuat Deltras mengambil inisiatif menyerang.

Baca juga:

Persiku Kudus tidak tinggal diam. Pelatih Bambang Pujo Sumantri menginstruksikan Igor Henrique serta rekan-rekannya untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, lini belakang Deltras yang rapat serta penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang Persiku belum berbuah.

Menjelang akhir babak pertama, pada menit ke-45+2, kombinasi apik antara Hugo Samir dan Igor Henrique menghasilkan gol penyama kedudukan. Caique Suousa, striker asing Deltras, menuntaskan umpan tersebut dengan penyelesaian klinis, mengubah skor menjadi 1-1 tepat sebelum jeda.

Babak kedua memperlihatkan perubahan taktik. Deltras FC bermain lebih agresif, menekan pertahanan Persiku secara terus-menerus. Aldo Claudio dan Jamerson menjadi pilar kuat di lini belakang, menahan serangan balik cepat Persiku. Pada menit ke-64, Kaka Reda hampir memperlebar keunggulan Deltras, namun tendangannya melenceng.

  • Menit 70: Neville Tengeg kembali menjadi penentu. Ia mengeksekusi tendangan keras dari luar kotak penalti, menambah angka menjadi 1-2.
  • Menit 86: Kaka Reda mencetak gol, namun dianulir setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran pada proses serangan.

Setelah gol kedua, Persiku berusaha keras mengejar poin. Igor Henrique berulang kali mengancam, namun tembakan‑tembakan tersebut masih gagal menembus jaring. Pada menit ke-90+3, peluit panjang dibunyikan dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Deltras FC.

Kekalahan ini membuat Persiku Kudus tetap berada di posisi ke-7 klasemen sementara, cukup aman dari zona degradasi tetapi kehilangan peluang memperoleh tiga poin penuh. Di sisi lain, Deltras FC tetap nyaman di papan tengah, mempertahankan target tiga poin pada setiap laga meski tidak lagi bersaing untuk promosi.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Deltras dalam penguasaan bola (58%) serta jumlah tembakan ke gawang (12 tembakan, 5 tepat sasaran) dibandingkan Persiku (8 tembakan, 2 tepat sasaran). Kedua tim tetap tidak berpeluang promosi ke Super League, namun hasil ini menegaskan pentingnya setiap poin dalam menjaga posisi aman di tengah klasemen.

Penampilan Neville Tengeg menjadi sorotan utama. Gol cepat di menit pertama dan gol penutup di menit ke-70 menegaskan kualitas striker asing yang mampu menjadi faktor penentu dalam laga-laga ketat. Sementara itu, kiper Eko Saputro tetap menunjukkan aksi-aksi penting, meski gagal menghentikan tendangan keras lawan.

Persiku Kudus ke depannya harus memperbaiki koordinasi serangan balik serta meningkatkan akurasi finishing. Sementara Deltras FC dapat menilai kembali strategi pertahanan agar tidak terlalu bergantung pada aksi individu.

Secara keseluruhan, pertandingan Persiku vs Deltras menyajikan drama, taktik, dan momen-momen menegangkan yang memperkaya kompetisi Pegadaian Championship. Kedua tim menunjukkan karakter kuat, namun Deltras FC keluar sebagai pemenang berkat eksekusi akhir yang lebih tajam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *