Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 April 2026 | Penyerang muda Prancis berusia 23 tahun, Hugo Ekitike, resmi dinyatakan tak dapat melanjutkan sisa kompetisi musim 2025/2026 setelah mengalami ruptur tendon Achilles pada laga perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Anfield pada Selasa (14/4/2026). Cedera tersebut juga menutup peluangnya untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Prancis.
Insiden terjadi pada menit ke-31 ketika Ekitike berusaha melakukan sprint tanpa kontak fisik. Ia terjatuh, merasakan rasa sakit yang tajam dan harus dikeluarkan lapangan menggunakan tandu. Tim medis Liverpool segera memeriksa kondisi pemain dan melakukan pemindaian yang mengonfirmasi robekan total pada tendon Achilles.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan pada hari Kamis, Liverpool FC menyatakan bahwa pemain tersebut akan “side-lined untuk sisa musim dan tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia 2026”. Klub menambahkan bahwa Hugo akan menerima dukungan penuh dari seluruh staf dan pemain selama proses rehabilitasi.
Manajer Liverpool, Arne Slot, menyampaikan keprihatinannya setelah pertandingan. “Cedera itu tidak terlihat bagus. Kami semua sangat khawatir tentang pemulihan panjang yang akan ia jalani,” ujar Slot kepada wartawan. Slot juga menegaskan bahwa tim akan berusaha menyesuaikan taktik serangan tanpa kehadiran Ekitike, sambil mengandalkan rekan sejawat seperti Alexander Isak yang baru kembali dari cedera tibia.
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengonfirmasi bahwa Ekitike tidak akan masuk skuad Piala Dunia. “Kekejaman cedera ini membuatnya tidak dapat menyelesaikan musim bersama Liverpool dan tidak dapat berpartisipasi di turnamen terbesar dunia,” kata Deschamps. Ia menambahkan, “Kekecewaannya sangat besar, namun kami yakin ia akan kembali ke performa terbaiknya.”
Para ahli fisiologi sepak bola memperkirakan waktu pemulihan minimal sembilan bulan, dengan tambahan tiga bulan untuk mencapai kondisi kompetitif penuh. Proses rehabilitasi meliputi fase immobilisasi, terapi fisik intensif, dan latihan beban progresif untuk mengembalikan kekuatan serta fleksibilitas tendon.
Pengalaman serupa pernah dialami oleh mantan pemain Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, yang mengaku “merasakan rasa aneh seperti tembakan” ketika mengalami cedera Achilles. Ia menambahkan, “Jika beruntung, pemulihan dapat memakan waktu sembilan bulan, namun kadang lebih lama.”
Hugo Ekitike sendiri mengungkapkan perasaan melalui media sosial. “Ini sulit, mungkin bahkan tidak adil… tetapi saya bersyukur ini terjadi di sini, bersama kalian. Saya tidak sendiri. Kekuatan dan cinta kalian akan menjadi dorongan bagi saya. Sampai jumpa lagi segera, Anfield,” tulisnya, menandakan tekad untuk kembali ke lapangan.
Sejak bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2025 dengan nilai transfer £69 juta, Ekitike telah mencatat 17 gol dalam debutnya, menunjukkan peran penting dalam serangan tim. Kehilangannya menjadi pukulan berat bagi Liverpool, yang tengah berjuang mengamankan tempat di babak knockout Liga Champions serta mengejar gelar Liga Premier.
Berikut rangkuman kronologis cedera:
- 14 April 2026: Ekitike cedera Achilles pada menit ke-31 vs PSG.
- 15 April 2026: Liverpool mengonfirmasi ruptur tendon Achilles.
- 16 April 2026: Deschamps menyatakan Ekitike absen Piala Dunia 2026.
- 17 April 2026: Ekitike mengirim pesan emosional kepada penggemar.
Dengan pemulihan yang diperkirakan memakan waktu lebih dari satu tahun, Liverpool dan Timnas Prancis harus menyiapkan alternatif penyerang. Sementara itu, dukungan dari rekan setim, pelatih, dan para suporter diharapkan menjadi motivasi utama bagi Ekitike untuk kembali ke puncak performa.
Kesimpulannya, cedera Achilles Hugo Ekitike tidak hanya mengakhiri musim kompetitifnya bersama Liverpool, tetapi juga menghilangkan harapan berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Proses rehabilitasi yang panjang menuntut kesabaran dan kerja keras, sementara klub dan tim nasional harus menyesuaikan strategi tanpa kehadirannya. Harapan tetap tinggi bahwa pemain berbakat ini akan kembali lebih kuat setelah melewati fase pemulihan yang menantang.
