Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | FIFA resmi mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang, sudah memiliki jaringan hak siar di sebagian besar negara Asia Tenggara. Hingga dua minggu sebelum pembukaan turnamen, enam negara di kawasan ASEAN telah menandatangani kesepakatan, sementara Malaysia dan Thailand masih berada dalam fase negosiasi yang berlarut.
Indonesia menjadi sorotan utama karena berhasil mengamankan hak siar secara gratis untuk seluruh 104 pertandingan. Penayangan akan disiarkan melalui jaringan televisi nasional dan platform digital milik penyiar resmi, memungkinkan penonton di seluruh kepulauan menonton tanpa biaya tambahan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan partisipasi publik serta menumbuhkan semangat dukungan bagi tim nasional Indonesia yang berkompetisi di kategori usia muda.
Singapura tidak kalah cepat. Mediacorp, operator media terbesar di negara singa kecil ini, telah memperoleh lisensi hak siar dengan paket berbayar mulai 98 dolar Singapura (SGD) bagi pendaftar awal hingga 30 April. Setelah batas waktu tersebut, harga naik menjadi 118 SGD. Pelanggan dapat mengakses siaran melalui aplikasi MeWatch, yang kompatibel dengan smart TV, tablet, dan smartphone, serta melalui mitra distribusi Singtel dan StarHub.
Vietnam, Brunei, dan Kamboja juga berada dalam daftar negara yang sudah menandatangani kontrak, meskipun detail harga dan platform distribusi belum dipublikasikan secara luas. Kedua negara ini diperkirakan akan mengadopsi model berlangganan serupa dengan Singapura, mengingat tren konsumen digital di wilayah tersebut.
Berbeda dengan negara-negara di atas, Malaysia dan Thailand menghadapi tantangan regulasi serta persaingan internal antara penyiar publik dan swasta. Di Malaysia, pemerintah sedang meninjau kebijakan tarif siaran agar dapat menyeimbangkan antara akses publik dan profitabilitas penyiar. Sementara itu, Thailand masih bernegosiasi mengenai hak eksklusif televisi terbuka versus platform streaming, yang memengaruhi keputusan akhir tentang harga tiket siaran.
Berikut tabel ringkas yang menampilkan status hak siar di masing‑masing negara ASEAN:
| Negara | Status Hak Siar | Keterangan |
|---|---|---|
| Indonesia | Sudah Amankan | Gratis, disiarkan di TV nasional dan platform digital |
| Singapura | Sudah Amankan | Berbayar, mulai 98 SGD (pendaftar awal) |
| Vietnam | Sudah Amankan | Masih dalam tahap finalisasi detail tarif |
| Brunei | Sudah Amankan | Detail distribusi belum diumumkan |
| Kamboja | Sudah Amankan | Masih menyiapkan infrastruktur streaming |
| Malaysia | Dalam Negosiasi | Masalah regulasi dan pembagian hak eksklusif |
| Thailand | Dalam Negosiasi | Debat antara TV terbuka dan layanan OTT |
Para analis industri menilai bahwa keberhasilan penetapan hak siar di Indonesia dan Singapura akan menjadi contoh bagi negara‑negara lain. Kedua pasar menunjukkan bahwa model kombinasi antara siaran gratis dan berbayar dapat menjangkau segmen penonton yang luas, sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang stabil bagi penyiar.
Jika negosiasi di Malaysia dan Thailand selesai tepat waktu, kawasan ASEAN secara keseluruhan dapat menyajikan pengalaman menonton yang seragam dan terkoordinasi. Hal ini penting mengingat basis penggemar sepak bola di wilayah ini terus tumbuh, didorong oleh prestasi tim nasional serta popularitas liga domestik.
Secara keseluruhan, enam negara telah menyiapkan infrastruktur teknis dan komersial untuk menayangkan Piala Dunia 2026, sementara dua negara terbesar di kawasan masih mencari solusi yang tepat. Keputusan akhir di Malaysia dan Thailand akan menjadi indikator penting apakah seluruh ASEAN dapat menikmati turnamen global ini secara bersamaan atau harus menunggu penyesuaian lebih lanjut.
