Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Stadion Sultan Agung, Bantul menjadi saksi pertandingan seru pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar pada Jumat, 10 April 2026. Laga yang awalnya tampak seimbang berubah menjadi drama berliku ketika VAR (Video Assistant Referee) sempat mengalami gangguan teknis, menambah ketegangan di antara kedua tim. Pada menit ke-54, Deri Corfe menorehkan gol pembuka bagi tuan rumah, menjadikan PSIM unggul 1-0. Namun, PSM berhasil mengembalikan keunggulan lewat dua gol balasan, termasuk gol penentu di menit tambahan 90+9 yang dicetak oleh Dusan Lagator.
Awal pertandingan ditandai dengan agresivitas PSIM yang berusaha mendominasi serangan. Pemain seperti Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun gagal mengonversi karena kurangnya penyelesaian akhir. Di sisi lain, PSM mengandalkan skema bola mati untuk mencari celah, tetapi hingga jeda pertama skor tetap 0-0.
Masuk babak kedua, PSIM kembali menekan dan pada menit ke-54 Deri Corfe berhasil memanfaatkan umpan silang untuk menempatkan bola ke dalam gawang, memberi kepercayaan diri pada Laskar Mataram. Gol tersebut membuat suporter PSIM bersorak, namun kegembiraan itu tidak bertahan lama. Sekitar 25 menit kemudian, PSM menekan kembali melalui serangan kombinasi antara Yuran Fernandes dan Luka Cumic. Pada menit ke-79, Luka Cumic berhasil menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan pendek di dalam kotak penalti dan menaklukkan kiper PSIM.
Poin penting lain dalam laga ini adalah gangguan pada sistem VAR. Pada menit ke-85, wasit menunda keputusan gol karena VAR tidak dapat menampilkan rekaman. Teknisi berusaha memperbaiki, namun sistem kembali mati selama beberapa menit. Kejadian ini menimbulkan protes singkat dari kedua pelatih, namun pertandingan tetap berjalan dengan keputusan on-field.
Setelah VAR kembali aktif, pertandingan memasuki babak tambahan. Pada menit tambahan 90+9, Dusan Lagator, penyerang asal Serbia, memanfaatkan umpan silang yang tidak diantisipasi oleh bek PSIM. Lagator menanduk bola ke arah gawang, mengalahkan kiper PSIM dan menambah keunggulan PSM menjadi 2-1. Gol tersebut memastikan kemenangan PSM dan tiga poin penting di luar kandang.
Pelatih PSIM, Jean‑Paul van Gastel, mengungkapkan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Saya rasa kami bermain lebih baik, namun sepak bola terkadang tidak adil. Dua gol yang kami kebobolan berasal dari situasi bola mati, masalah kronis yang belum kami atasi,” ujarnya. Van Gastel juga menyoroti kegagalan tim dalam mengantisipasi serangan cepat di menit akhir, yang menurutnya menjadi faktor utama kekalahan.
Di pihak PSM, pelatih Juku Eja memuji ketangguhan timnya dalam mengatasi tekanan. “Kami tetap fokus meski ada gangguan VAR. Tim menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan,” katanya. Ia menambahkan bahwa gol Lagator di menit tambahan menunjukkan kualitas mental pemain dalam situasi krusial.
Berikut rangkuman statistik pertandingan:
- Skor Akhir: PSIM 1 – 2 PSM
- Gol: Deri Corfe (54′), Luka Cumic (79′), Dusan Lagator (90+9)
- VAR: Gangguan teknis pada menit 85, pemulihan setelah 3 menit
- Kartu Kuning: 2 (satu untuk masing-masing tim)
- Kepemilikan Bola: PSIM 52%, PSM 48%
Dengan hasil ini, PSIM tetap berada di peringkat kedelapan klasemen dengan 38 poin (9 menang, 11 seri, 7 kalah). Sementara PSM naik ke posisi empat dengan 42 poin, memperkuat peluang mereka untuk bersaing di papan atas musim ini.
Ke depan, PSIM harus memperbaiki pertahanan pada situasi bola mati dan meningkatkan konsistensi dalam menyelesaikan peluang. Sedangkan PSM akan berusaha mempertahankan momentum kemenangan ini menjelang putaran berikutnya.
