Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Tim panjat tebing Indonesia mencatatkan prestasi gemilang pada hari kedua World Climbing Asian Championship 2026 yang diselenggarakan di Meishan, China. Keberhasilan atlet putri Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut medali emas pada nomor speed putri sekaligus mengamankan satu tiket otomatis untuk Asian Games 2026 di Aichi‑Nagoya menjadi sorotan utama.
Di final speed putri, Desak Made melibas atlet tuan rumah Zhou Yafei dengan catatan waktu 6,07 detik, melampaui waktu lawan yang tercatat 6,47 detik. Rekor tersebut tidak hanya menjamin podium tertinggi, melainkan juga menandai rekor tercepat pada ajang Asia sejauh ini. Sementara itu, pada nomor speed putra, Veddriq Leonardo berhasil menempati posisi ketiga setelah memenangkan small final melawan atlet China Ling Yongzhi yang mengalami fall, mencatatkan waktu 5,15 detik. Kemenangan perunggu Veddriq memastikan ia juga lolos kualifikasi Asian Games 2026.
Selain dua peraih medali, lima atlet lainnya berhasil mengamankan tiket tambahan lewat hasil kompetitif mereka di kategori speed dan boulder. Daftar lengkap atlet yang berhasil meraih tiket adalah:
- Aditya Tri Syahria – finis keenam pada speed putra dengan waktu 5,37 detik di perempat final.
- Berthdigna Devi Surya Kusuma – peringkat kelima pada speed putri dengan waktu 6,73 detik di perempat final.
- Raviandi Ramadhan – menembus semifinal boulder putra, naik dari peringkat 22 pada kualifikasi menjadi peringkat 11 pada semifinal.
- Putra Tri Ramadani – telah mengamankan tiket lead putra dari kejuaraan sebelumnya.
- Sukma Lintang Cahyani – mengamankan tiket lead putri dari kejuaraan sebelumnya.
- Ravianto Ramadhan – tiket boulder putra yang sudah terkonfirmasi sebelumnya.
Dengan tambahan lima tiket tersebut, total wakil Indonesia untuk Asian Games 2026 kini mencapai delapan orang, meliputi dua atlet speed putra, dua speed putri, dua boulder putra, serta satu masing‑masing atlet lead putra dan lead putri. Jadwal kejuaraan masih menyisakan nomor lead putra dan putri, sehingga peluang untuk menambah jumlah wakil masih terbuka.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mencatat bahwa regulasi Asian Games mengizinkan masing‑masing negara mengirimkan maksimal dua atlet per nomor. Oleh karena itu, pencapaian delapan tiket ini menempatkan Indonesia pada posisi yang kuat untuk mengisi kuota maksimal pada ajang multinasional tersebut.
Strategi pelatihan yang intensif dan persiapan mental menjadi faktor penting bagi para atlet. Pelatih kepala tim menegaskan bahwa fokus latihan kini beralih pada peningkatan kecepatan start, teknik penguncian pada jalur speed, serta taktik penempatan beban pada rute boulder. “Kami terus mengasah performa atlet dengan simulasi kompetisi internasional, agar mereka siap menghadapi tekanan di Tokyo‑Nagoya,” ujar pelatih tim.
Keberhasilan Desak Made tidak hanya menambah kebanggaan nasional, tetapi juga menginspirasi generasi muda wanita Indonesia untuk berkarier di cabang olahraga ekstrem. Dengan catatan waktu 6,07 detik, ia mencetak rekor baru bagi speed putri Asia, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di panggung global.
Secara keseluruhan, penampilan gemilang di Meishan menegaskan bahwa tim panjat tebing Indonesia berada dalam kondisi prima menjelang Asian Games 2026. Dengan dukungan pemerintah, sponsor, dan federasi, para atlet diharapkan dapat meningkatkan performa mereka dan menambah medali pada kompetisi terbesar di Asia.
