Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juni 2026 | Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah berlangsung meriah di berbagai daerah. Di Cirebon, para santri mengadakan pertandingan sepak bola api yang menarik perhatian masyarakat. Sementara itu, di Tanah Laut, Islamic Expo diadakan sebagai penanda dimulainya rangkaian peringatan Tahun Baru Islam.
Di Cirebon, kegiatan atraksi bela diri tradisional hingga sepak bola api dilakukan para santri Pondok Pesantren Jagasatru. Warga pun antusias memadati kawasan sekitar Pondok Pesantren Jagasatru untuk menyaksikan acara tersebut. Ratusan santri secara bergantian menampilkan berbagai atraksi memukau, mulai dari seni bela diri hingga pertunjukan ekstrem memainkan sepak bola api.
Sementara itu, di Tanah Laut, Islamic Expo diadakan sebagai penanda dimulainya rangkaian peringatan Tahun Baru Islam. Pembukaan expo ditandai dengan tabuhan rebana oleh Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto bersama Wakil Bupati HM Zazuli dan unsur Forkopimda. Acara ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tanah Laut.
Rahmat mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru Islam tidak sekadar sebagai pergantian kalender hijriah, tetapi juga momentum untuk meneladani semangat hijrah Nabi Muhammad SAW serta melakukan introspeksi diri. Ia berharap peringatan 1 Muharam dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi keagamaan, budaya, maupun ekonomi.
Di Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh memanfaatkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat kehidupan religius, membangun karakter generasi muda, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui berbagai kegiatan keagamaan, pemerintah bersama masyarakat ingin menanamkan nilai-nilai Islam yang mampu menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Rangkaian kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, di Halaman Balai Kota Payakumbuh pada Senin, 15 Juni 2026. Acara itu melibatkan berbagai organisasi Islam, lembaga pendidikan keagamaan, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Kota Payakumbuh.
Peringatan Tahun Baru Islam tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan umat sekaligus mengajak masyarakat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam sambutannya, Elzadaswarman mengapresiasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Payakumbuh yang telah menginisiasi berbagai kegiatan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Ia mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai momentum evaluasi diri. Menurutnya, makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan waktu, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan kualitas keimanan. “Tahun Baru Islam menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Karena itu, pembinaan keagamaan menjadi salah satu fokus penting dalam mendukung visi pembangunan daerah. Lebih lanjut, Elzadaswarman menjelaskan bahwa masyarakat religius menjadi salah satu tujuan pembangunan Kota Payakumbuh.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong berbagai program pembinaan keagamaan yang menyasar generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan remaja tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik yang baik. Mereka juga memerlukan pondasi moral yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menilai nilai-nilai agama dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai persoalan seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga dampak negatif perkembangan teknologi digital.
Dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, pawai obor juga menjadi salah satu kegiatan yang meriah. Di Cibinong, ribuan warga ikuti pawai obor untuk memperingati Tahun Baru Islam. Namun, kegiatan pawai obor di Cibinong juga diwarnai dengan insiden seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang terperosok ke lubang gorong-gorong tanpa penutup.
Insiden tersebut terjadi ketika korban bersama orang tuanya mengikuti pawai obor peringatan Tahun Baru Islam. Beruntung, korban berhasil dievakuasi dan tidak mengalami cedera serius. Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga telah memasang penutup gorong-gorong untuk mencegah kejadian serupa terulang.
