Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Menjelang Idul Adha 2026, pemerintah daerah dan peternak di beberapa kabupaten Jawa meningkatkan upaya kesehatan hewan kurban. Di Gresik, pasar hewan Balongpanggang menjadi titik fokus program vaksinasi PMK (Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku) yang digencarkan menjelang hari raya. Petugas Dinas Peternakan setempat menyiapkan lebih dari dua ribu dosis vaksin, memastikan setiap kambing, domba, dan sapi yang dijual telah terproteksi dari penyakit menular.
Sementara itu, di Kabupaten Malang, laporan menunjukkan bahwa sebanyak 26.000 ekor sapi telah divaksin PMK. Upaya ini tidak hanya menurunkan risiko penyebaran penyakit, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen yang semakin selektif dalam memilih hewan kurban yang sehat dan halal.
Di Kabupaten Kebumen, peningkatan permintaan hewan kurban terlihat jelas. Peternak Aryanto dari Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan, mengungkapkan bahwa pesanan kambing dan domba meningkat secara signifikan, mencakup pembeli dari dalam kota hingga luar kota seperti Jakarta dan Bekasi. “Harga kisaran Rp 2 juta sampai 10 juta, tergantung jenis dan kualitas,” ujarnya pada Jumat (1/5). Berikut adalah beberapa jenis hewan kurban yang banyak diminati:
- Kambing Etawa
- Kambing Jawa Randu
- Domba lokal
- Sapi Brahman
Berikut tabel perkiraan harga hewan kurban di Kebumen:
| Jenis Hewan | Rentang Harga (Rp) |
|---|---|
| Kambing Etawa | 2.500.000 – 5.000.000 |
| Kambing Jawa Randu | 2.000.000 – 3.500.000 |
| Domba | 3.000.000 – 6.000.000 |
| Sapi Brahman | 8.000.000 – 10.000.000 |
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban juga menjadi prioritas di Kabupaten Cirebon. Dinas Pertanian (Distan) melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Denny Nugraha, melaporkan bahwa lebih dari 500 hewan telah menjalani pemeriksaan antemortem dan postmortem. Hewan yang lolos akan diberikan Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK), sementara yang tidak sehat akan diobati hingga layak disertifikasi. Denny menambahkan bahwa target awal adalah memeriksa 5.000 ekor, dengan harapan total pemeriksaan dapat mencapai 16.000 ekor menjelang Idul Adha.
Tak hanya aspek kesehatan, tradisi kuliner juga ikut meramaikan perayaan. Chef Devina Hermawan mempersembahkan resep Sate Maranggi khusus Idul Adha, menggunakan daging kambing kurban yang dipotong tipis, dimarinasi dengan bumbu khas Sunda, dan disajikan dengan sambal kacang pedas. Hidangan ini menjadi pilihan favorit di pasar-pasar tradisional dan restoran keluarga selama periode lebaran.
Secara keseluruhan, sinergi antara pemerintah, peternak, dan pelaku kuliner menciptakan ekosistem kurban yang lebih aman, transparan, dan menguntungkan. Vaksinasi massal, pemeriksaan ketat, serta penawaran menu spesial menambah nilai ekonomi bagi peternak sekaligus menjamin konsumen mendapatkan daging yang sehat dan halal. Dengan persiapan yang matang, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Adha dengan penuh rasa syukur, tanpa khawatir akan isu kesehatan hewan.
