Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juni 2026 | Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, dan umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan ini. Salah satu puasa sunnah yang paling penting di bulan Muharram adalah puasa Asyura, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa Asyura memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa-dosa kecil setahun sebelumnya.
Untuk melaksanakan puasa Asyura, umat Muslim perlu memahami niat puasa yang benar. Niat puasa merupakan syarat utama dalam sahnya ibadah puasa, karena menjadi penentu arah dan tujuan seseorang dalam beribadah. Waktu terbaik untuk berniat adalah pada malam hari setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar, namun untuk puasa sunah masih diperbolehkan berniat hingga sebelum Zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Bacaan niat puasa Asyura adalah نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى, yang artinya “Saya niat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala”. Sementara itu, bacaan niat puasa Qadha adalah نَوَيْتُ صَوْمَ قَضَاءٍ لِلّٰهِ تَعَالَى, yang artinya “Saya niat puasa qadha karena Allah Ta’ala”.
Perlu diingat bahwa puasa Qadha adalah puasa yang dilaksanakan untuk mengganti puasa Ramadan yang tidak terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, umat Muslim perlu memahami hukum menggabungkan niat puasa Qadha dengan puasa sunnah Asyura. Menurut beberapa ulama, hukum menggabungkan niat puasa Qadha dengan puasa sunnah Asyura adalah sah, namun ada juga ulama yang berpendapat bahwa hal ini tidak sah.
Untuk memperoleh pahala yang maksimal, umat Muslim disarankan untuk melaksanakan puasa Asyura dan Qadha secara terpisah. Namun, jika seseorang hanya memiliki kesempatan untuk melaksanakan satu puasa, maka puasa Asyura lebih utama karena memiliki keutamaan yang lebih besar.
Dalam melaksanakan puasa Asyura dan Qadha, umat Muslim perlu memperhatikan beberapa hal, seperti memastikan bahwa niat puasa sudah benar, melaksanakan puasa dengan penuh kesabaran dan kesadaran, dan memperbanyak amal ibadah lainnya seperti shalat, zakat, dan sedekah.
Dengan memahami niat puasa yang benar dan melaksanakan puasa Asyura dan Qadha dengan baik, umat Muslim dapat memperoleh pahala yang maksimal dan meningkatkan kualitas iman dan taqwa mereka.
