Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Juli 2026 | Di tengah-tengah kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU, sosok Gus Yusuf Chodari muncul sebagai calon yang memiliki latar belakang yang kuat dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Beliau bukanlah pendatang baru dalam organisasi ini, melainkan telah memiliki akar yang dalam dalam tradisi amaliah, fikrah, dan harakah Nahdliyah.
NU adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari tanah pesantren, dari majlis taklim di sudut-sudut kampung, dari doa-doa qunut yang dibisikkan di subuh hari, dari tradisi tahlil yang menyatukan keluarga lintas generasi. Gus Yusuf Chodari adalah bagian dari ekosistem ini, bukan pengamat dari luar.
Sholat subuh merupakan salah satu ibadah yang penting bagi umat Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43). Sholat subuh harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan benar, yaitu dengan membaca niat sholat subuh sebelum memulai sholat.
Bacaan niat sholat subuh adalah “Aku berniat shalat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala”. Sholat subuh harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu setelah waktu subuh masuk hingga sebelum matahari terbit.
Di Surabaya, jadwal sholat subuh hari ini dapat dilihat pada tabel jadwal sholat yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama. Begitu juga dengan di Denpasar, jadwal sholat subuh hari ini dapat dilihat pada tabel jadwal sholat yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama.
Dalam melaksanakan sholat subuh, umat Islam harus memiliki niat yang ikhlas dan benar, serta melaksanakan sholat dengan cara yang benar. Sholat subuh merupakan salah satu ibadah yang penting bagi umat Islam, dan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan khusyuk.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah SWT. Istighfar dapat dilakukan dengan membaca bacaan Arab Sayyidul Istighfar, yaitu “Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ûdzu bika min syarri mâ shana’tu. Abû’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta”.
Istighfar merupakan salah satu cara untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, dan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan khusyuk. Dengan memperbanyak istighfar, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadahnya dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
