Gus Maftuch Ungkap Mengapa Cak Imin PBNU Layak Pimpin Organisasi di Muktamar ke-35

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, sorotan publik kini tertuju pada tokoh politik berpengalaman Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Imin. Ketua Panitia Pra-Muktamar Luar Biasa (MLB) NU, Mas Muhammad Maftuch, secara terbuka menyatakan dukungan kuatnya kepada Cak Imin sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan tersebut mengundang perhatian luas mengingat posisi strategis PBNU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Menurut Maftuch, perjalanan politik Cak Imin selama lebih dari dua puluh tujuh tahun menjadi modal utama yang diperlukan untuk memimpin sebuah lembaga keagamaan yang memiliki jaringan anggota mencapai ratusan juta. “Gus Muhaimin (Cak Imin) telah menapaki berbagai fase, dinamika, dan asam garam kekuasaan di panggung nasional. Pengalaman itu membentuk kedewasaan politik yang sangat dibutuhkan dalam mengelola organisasi sebesar NU,” ujar Maftuch dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada Senin (27/4/2026).

Baca juga:

Selain pengalaman, Maftuch menekankan aspek historis yang menjadi nilai tambah bagi Cak Imin. Ia menegaskan bahwa Cak Imin merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri, salah satu ulama pendiri NU. Kedekatan genealogis ini, menurut Maftuch, menambah legitimasi moral Cak Imin dalam mengemban tugas keagamaan, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara pemimpin dan anggota NU.

Namun, dukungan Maftuch tidak bersifat sekadar simbolis. Ia menyarankan agar Cak Imin mempertimbangkan langkah transisi dari politik praktis ke peran keagamaan yang lebih reflektif. “Gus Muhaimin telah mencapai fase puncak sebagai seorang politisi. Saatnya ia mengambil peran yang lebih substantif, bukan lagi sekadar elektoral,” tegas Maftuch. Pernyataan ini menyingkap harapan bahwa calon pemimpin PBNU tidak hanya mengandalkan popularitas politik, melainkan juga komitmen pada nilai-nilai keagamaan yang mendalam.

Dalam rangka mempersiapkan Muktamar ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, mengonfirmasi bahwa panitia kecil telah dibentuk untuk menangani aspek teknis pelaksanaan. Lokasi Muktamar masih dalam pembahasan internal, namun semua pihak sepakat bahwa proses seleksi calon ketua umum akan menjadi agenda utama menjelang acara tersebut.

  • Pengalaman politik Cak Imin selama 27 tahun mencakup jabatan di Kementerian, DPR, dan peran strategis dalam koalisi pemerintahan.
  • Warisan genealogisnya sebagai cicit KH Bisri Syansuri memberikan nilai historis dalam konteks kepemimpinan NU.
  • Maftuch mengusulkan agar Cak Imin meninggalkan politik praktis untuk fokus pada peran keagamaan yang lebih luas.
  • Persiapan Muktamar ke-35 meliputi pembentukan panitia teknis dan penentuan lokasi yang masih dirahasiakan.

Analisis para pengamat politik menilai bahwa dukungan internal seperti yang diberikan Maftuch dapat meningkatkan peluang Cak Imin dalam kompetisi internal PBNU. Lima poros calon calon yang telah muncul di antara para kader, masing‑masing membawa basis dukungan yang berbeda, namun nama Cak Imin sering disebut sebagai figur yang paling berpotensi menggabungkan keahlian politik dan legitimasi keagamaan.

Jika Cak Imin memutuskan untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU, langkah tersebut akan menandai pergeseran signifikan dalam dinamika kepemimpinan NU. Transisi dari dunia politik ke keagamaan tidak hanya akan menguji kemampuan adaptasinya, tetapi juga menilai sejauh mana ia dapat menyeimbangkan aspirasi modernisasi dengan tradisi keagamaan yang dijunjung tinggi oleh anggota NU.

Secara keseluruhan, dukungan Gus Maftuch menegaskan keyakinan bahwa pengalaman, warisan, dan komitmen Cak Imin dapat menjadi kombinasi kuat untuk memimpin PBNU menuju era baru. Masyarakat NU dan pemangku kepentingan politik menantikan keputusan resmi pada agenda Muktamar ke-35, yang diyakini akan menentukan arah masa depan organisasi keagamaan paling berpengaruh di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *