Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Juni 2026 | Pemerintah Jakarta terus memperbarui sistem penerimaan murid baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan rencana pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia, termasuk di Jakarta. Sekolah-sekolah ini akan dibangun di atas balai-balai yang ada di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Di Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan membuka penerimaan murid baru (PMB) sekolah swasta gratis untuk tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran akan dibuka dalam dua gelombang, dimulai pada 15 Juni 2026. Peserta didik yang diterima akan dibebaskan dari biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang pangkal, dan sejumlah iuran rutin sekolah.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 telah resmi dibuka untuk jenjang SMA dan SMK. Mekanisme seleksi ini dirancang untuk menjaring calon murid baru dengan mengusung tema “Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing”. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi spmb.jatimprov.go.id.
Untuk jalur domisili, terdapat persyaratan khusus yang berfokus pada bukti tempat tinggal. Calon murid baru wajib terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran. Dokumen penting yang harus disiapkan saat mendaftar jalur ini meliputi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), PIN yang diperoleh saat pra-pendaftaran, dan Kartu Keluarga (KK).
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Rachmat Tamam, mengungkapkan bahwa banyak titipan agar calon siswa bisa lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK. Namun, ia menegaskan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena praktik titip-menitip siswa dilarang keras.
Kesimpulan, sistem penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027 terus diperbarui oleh pemerintah. Dengan adanya Sekolah Nasional Terintegrasi dan sistem penerimaan murid baru yang lebih transparan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
