Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangsel Mulai Diselidiki Polisi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Mei 2026 | Belakangan viral unggahan soal dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming oleh kepala sekolah inisial AMA terhadap siswi di salah satu SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi mulai menyelidiki dugaan tersebut.

Dalam unggahan yang viral, sejumlah akun anonim membagikan cerita dan pengakuan terkait perilaku di lingkungan sekolah tersebut. Salah satu unggahan menyinggung pendekatan kepala sekolah kepada siswi tertentu. Kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan kepada siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

Baca juga:

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan berdasarkan hasil patroli siber yang menemukan beberapa link berita viral di media sosial. Wira mengatakan AMA mendatangi Polres Tangerang Selatan untuk berkonsultasi terkait pemberitaan yang viral ini.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) langsung mengambil keterangan dari AMA hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB. Wira mengatakan korban belum membuat laporan polisi (LP) hingga saat ini. Ia juga belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap AMA karena masih dalam proses penyelidikan.

Polres Tangsel tidak melakukan atau mengawal mediasi apapun terkait perkara ini. Wira menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki perkara ini untuk mencari fakta dan kebenaran yang terjadi.

Child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual. Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memosisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa dugaan child grooming di sekolah Tangsel mulai diselidiki polisi. Polisi masih menyelidiki perkara ini untuk mencari fakta dan kebenaran yang terjadi. Korban belum membuat laporan polisi hingga saat ini. Child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *