Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | Nissan kembali menampilkan kembali legendarisnya, Terrano, dalam bentuk terbaru yang menggabungkan warisan off‑road dengan teknologi masa depan. Di Beijing International Automotive Exhibition 2026, Nissan meluncurkan konsep Nissan Terrano PHEV, menandakan kebangkitan SUV ikonik tersebut dalam varian plug‑in hybrid.
Desain Terrano PHEV tetap setia pada karakter kotak yang tinggi, dengan ground clearance yang mengesankan serta bumper besar yang menonjolkan kemampuan medan berat. Tambahan rak atap, lampu tambahan, serta pengait derek berwarna mencolok memperkuat kesan petualang. Ban khusus untuk lumpur dan bahkan ban serep yang dipasang di pintu belakang menegaskan fokus Nissan pada penggunaan ekstrem.
Dari sisi teknologi, Terrano PHEV mengadopsi sistem hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1.5 liter turbocharged dengan motor listrik. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga puncak sekitar 416 PS (sekitar 414 Tk) dan torsi maksimum 800 Nm, cukup untuk menaklukkan jalur off‑road sekaligus memberikan akselerasi yang responsif di jalan raya. Transmisi hybrid 4‑percepatan mengoptimalkan perpindahan daya antara mesin dan motor listrik.
- Mesin: 1.5 L turbocharged
- Motor listrik: terintegrasi dengan sistem hybrid
- Tenaga: 416 PS (414 Tk)
- Torsi: 800 Nm
- Jarak tempuh listrik: hingga 135 km (siklus CLTC)
- Transmisi: hybrid 4‑percepatan
CEO Nissan, Ivan Espinosa, menegaskan bahwa peluncuran ini bukan sekadar menambah portofolio di pasar China, melainkan menjadikan negara tersebut sebagai laboratorium inovasi global. “China bukan hanya pasar terbesar, tetapi juga pusat pengujian teknologi baru sebelum kami menyebarkannya ke seluruh dunia,” ujar Espinosa dalam konferensi pers di Beijing.
Strategi Nissan menargetkan segmen SUV off‑road modern, bersaing langsung dengan model seperti Jetour G700 dan GWM Tank 700. Keunggulan Terrano PHEV terletak pada kombinasi daya listrik yang signifikan—dengan jangkauan 135 km dalam mode listrik murni—dan kemampuan off‑road yang sudah teruji. Jika spesifikasi yang diungkapkan tetap konsisten, Terrano PHEV akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan ketangguhan.
Produksi massal dijadwalkan dimulai dalam satu tahun ke depan, khusus untuk pasar China. Nissan berencana memanfaatkan jaringan produksi yang telah ada di negara tersebut, sekaligus mempersiapkan potensi ekspor ke pasar-pasar lain yang menunjukkan minat pada SUV hybrid berperforma tinggi.
Kebangkitan Nissan Terrano dalam bentuk PHEV menandai langkah penting bagi merek otomotif Jepang ini. Menggabungkan desain klasik dengan teknologi plug‑in hybrid, Terrano PHEV tidak hanya memperkuat posisi Nissan di segmen SUV, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap transisi energi bersih. Dengan spesifikasi yang mengesankan dan fokus pada inovasi di China, Terrano PHEV diproyeksikan menjadi pionir baru dalam era kendaraan listrik hybrid.
