Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Juli 2026 | Mobil listrik kini menjadi pilihan banyak orang karena keuntungan finansial yang ditawarkannya. Namun, perlu diingat bahwa mobil listrik juga memiliki risiko kerusakan akibat banjir. Air banjir dapat merusak mesin, sistem kelistrikan, dan cairan kendaraan, yang dapat menyebabkan kerusakan yang berat dan biaya perbaikan yang tinggi.
Menurut pakar otomotif Ridwan Hanif, mobil listrik dapat memberikan keuntungan finansial yang maksimal jika digunakan secara intensif setiap hari. Namun, perlu diingat bahwa penghematan biaya bahan bakar akan sangat terasa bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Beberapa mobil listrik bekas yang tersedia di pasar saat ini memiliki harga yang terjangkau, mulai dari Rp 100 jutaan. Namun, perlu diingat bahwa harga dapat berbeda-beda tergantung kondisi kendaraan, kesehatan baterai, lokasi penjualan, jarak tempuh, serta kelengkapan dokumen dan riwayat servis.
Kejati NTB juga telah menelaah laporan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan mobil listrik untuk pejabat Pemerintah Provinsi NTB senilai Rp 14 miliar. Proses telaah merupakan tahapan awal untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima pihaknya.
Sementara itu, sebuah mobil Daihatsu Grand Max terbakar di Parepare karena korsleting listrik. Kejadian ini terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat. Beruntung, lokasi kejadian berada tak jauh dari markas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Parepare.
Dalam kesimpulan, mobil listrik dapat menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin menghemat biaya bahan bakar dan memiliki mobilitas tinggi. Namun, perlu diingat bahwa risiko kerusakan akibat banjir dan korsleting listrik juga perlu diwaspadai.
