Indomobil Geber Penjualan Kendaraan Listrik dengan Insentif Pemerintah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Mei 2026 | Pelaku industri otomotif merespons positif seiring dengan rencana pemerintah yang akan kembali mengguyur insentif untuk mobil listrik (electric vehicle/EV). Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto menilai insentif tersebut dapat menjadi dorongan tambahan bagi pasar otomotif nasional di tengah tekanan pelemahan rupiah serta daya beli masyarakat yang masih terbatas.

Sebelumnya, pada tahun lalu pemerintah juga telah memberikan berbagai insentif kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 12/2025, mulai dari Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10% dengan syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu, hingga pembebasan bea masuk impor utuh (completely built up/CBU). Kebijakan tersebut mendorong lonjakan penjualan mobil listrik murni sepanjang 2025.

Baca juga:

Secara wholesales, distribusi tercatat mencapai 103.931 unit atau melesat 140,64% (year-on-year/YoY) dibandingkan realisasi 2024 sebanyak 43.188 unit. Dengan semakin banyaknya model kendaraan listrik berharga terjangkau di pasar domestik, permintaan mobil listrik diperkirakan masih berpotensi tumbuh pada tahun ini.

Saat ini, sejumlah produsen telah menawarkan mobil listrik di segmen harga kompetitif, di antaranya BYD Atto 1 dengan harga mulai Rp199 juta, Changan Lumin mulai Rp183 juta, Geely EX2 mulai Rp255 juta, hingga Jaecoo J5 EV yang dipasarkan mulai Rp249,9 juta.

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) berencana memperluas portofolio kendaraan listriknya dengan menghadirkan merek asal China, Leapmotor, ke pasar otomotif Indonesia. CEO PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw mengatakan penambahan merek baru tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbesar penetrasi pasar kendaraan listrik sekaligus memperkuat lini produk.

Kehadiran Leapmotor akan menambah deretan merek kendaraan listrik asal China yang berada di bawah naungan Indomobil Group, setelah menghadirkan Changan, GAC Aion, serta Maxus. Merek tersebut dijadwalkan meluncur pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Adapun model pertama yang akan diperkenalkan kepada pasar domestik ialah SUV listrik Leapmotor B10. Kendaraan tersebut nantinya juga akan diproduksi secara lokal melalui skema completely knocked down (CKD) di fasilitas National Assemblers (NA) Purwakarta, Jawa Barat.

Pemerintah berencana kembali memberikan insentif pembelian kendaraan listrik mulai Juni 2026. Pelaksanaan insentif tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan kuota awal sebanyak 100.000 unit kendaraan. Kendati demikian, pemerintah membuka peluang penambahan kuota apabila permintaan pasar meningkat lebih cepat.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah akan memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang difokuskan bagi kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Skema insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia.

Kesimpulan, dengan adanya insentif pemerintah dan kehadiran merek baru seperti Leapmotor, diharapkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia dapat meningkat dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *