Bahlil Lahadalia Ungkap Proses Penetapan Harga BBM Non‑Subsidi, Persiapan Kenaikan di Awal Bulan Depan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi masih berada dalam tahap perhitungan intensif. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat, 10 April 2026, Bahlil menyampaikan bahwa proses “exercise” belum selesai dan keputusan akhir akan diumumkan setelah semua variabel dipertimbangkan.

Menurut Bahlil, penyesuaian harga BBM non‑subsidi biasanya dilakukan pada awal setiap bulan, berpedoman pada dinamika harga minyak dunia serta kondisi pasar domestik. Ia menambahkan bahwa stok LPG nasional tetap berada dalam posisi aman, dengan cadangan yang mampu mencukupi kebutuhan lebih dari 10 hari. Hal ini menjadi indikator bahwa kebijakan penyesuaian harga tidak didorong oleh kekurangan pasokan, melainkan oleh faktor eksternal seperti fluktuasi harga minyak mentah internasional.

Baca juga:

Dalam sesi tanya jawab, wartawan menanyakan estimasi waktu pengumuman harga baru. Bahlil menjawab bahwa belum ada tanggal pasti, namun menekankan pentingnya menunggu hingga semua perhitungan selesai. “Ya, tunggu ya,” ujarnya singkat, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi bersama badan usaha, termasuk PT Pertamina (Persero) dan perusahaan swasta yang terlibat dalam distribusi BBM.

Rincian jenis BBM yang akan mengalami penyesuaian meliputi RON 92, RON 95, RON 98, serta solar berlabel Pertamina Dex. Bahlil menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan memengaruhi BBM bersubsidi, yang telah dijamin tidak naik hingga akhir tahun oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Kebijakan subsidi tersebut didasarkan pada skenario harga minyak dunia yang diproyeksikan mencapai USD 100 per barel, namun pemerintah tetap menjaga kestabilan harga BBM bersubsidi untuk menghindari beban berlebih pada konsumen.

Selain menyoroti proses penetapan harga, Bahlil juga mengingatkan bahwa pemerintah berharap harga minyak mentah internasional akan mengalami koreksi ke bawah. “Sekarang kita masih melakukan exercise dan mudah‑mudahan doakan agar betul‑betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan pada Rabu, 8 April 2026. Pernyataan ini mencerminkan harapan bahwa penurunan harga minyak mentah dapat meredam kenaikan BBM non‑subsidi, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah untuk menstabilkan inflasi energi.

Selama beberapa hari terakhir, sejumlah laporan media menyoroti bahwa stok LPG nasional berada di atas 20 hari, menandakan keamanan pasokan energi rumah tangga. Di samping itu, program Retail Make Over yang dijalankan Pertamina Patra Niaga menargetkan transformasi lebih dari 1.800 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia, yang diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi dan mengurangi potensi lonjakan harga regional.

Secara keseluruhan, proses penyesuaian harga BBM non‑subsidi masih berada dalam fase analitis yang melibatkan koordinasi lintas lembaga, perhitungan ekonomi makro, serta monitoring pasar internasional. Konsumen diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi yang akan dirilis setelah semua perhitungan selesai, sementara pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan pasokan energi dan menghindari tekanan inflasi yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *