Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: 3 Penumpang Meninggal, Otoritas Kesehatan Internasional Waspadai

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menjadi perhatian internasional setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan investigasi terhadap kematian tiga penumpang pada awal Mei 2026. Kapal yang membawa 149 penumpang dan kru dari 23 negara itu dilaporkan sedang beroperasi di sekitar perairan Tanjung Verde, Afrika Barat, ketika sejumlah penumpang mulai mengalami gejala penyakit serius.

Dugaan awal paparan virus mulai muncul ketika beberapa hari setelah kapal berlayar, sejumlah penumpang mulai mengalami gejala mirip flu seperti demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Namun saat itu kasus belum dicurigai sebagai hantavirus. Korban pertama dilaporkan meninggal dunia pada 11 April saat kapal masih berada di tengah pelayaran.

Baca juga:

Situasi mulai berubah ketika MV Hondius berhenti di Pulau St Helena pada 24 April. Sebanyak 30 penumpang turun dari kapal, termasuk istri korban pertama yang membawa jenazah suaminya keluar dari kapal. Setelah turun dari kapal, para penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Swiss, hingga Afrika Selatan.

Dua hari kemudian, istri korban pertama dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan. Kematian tersebut mulai memicu investigasi lebih lanjut karena pasien diketahui memiliki riwayat perjalanan yang sama dengan korban pertama. Kasus di kapal kemudian semakin menjadi perhatian setelah korban ketiga dilaporkan meninggal dunia pada awal Mei.

Otoritas kesehatan internasional juga masih melakukan pelacakan terhadap para penumpang yang sudah kembali ke negara masing-masing. Beberapa negara telah melakukan pemantauan terhadap penumpang dan kontak erat, termasuk Belanda, Inggris, Kanada, Singapura, Swiss, Prancis, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

WHO menegaskan wabah ini tidak diperkirakan berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19. Namun, organisasi itu memperingatkan kemungkinan munculnya kasus tambahan karena beberapa penumpang sudah turun dan bepergian ke berbagai negara sebelum wabah sepenuhnya dipahami.

Wabah tersebut dikaitkan dengan varian Andes dari hantavirus, jenis langka yang dalam beberapa kasus dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat. WHO menduga pasangan Belanda yang meninggal kemungkinan terinfeksi saat melakukan perjalanan pengamatan burung di Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal pada 1 April 2026.

Kini pemerintah Argentina tengah menelusuri rute perjalanan pasangan tersebut dan melakukan penangkapan serta pengujian tikus di sejumlah lokasi yang diduga menjadi sumber penularan. Beberapa negara juga telah melakukan pemantauan terhadap penumpang dan kontak erat.

Dalam beberapa hari terakhir, dua pria berusia 60-an di Singapura menjalani isolasi mandiri dan tes hantavirus. Salah satunya mengalami pilek ringan, sementara satu lainnya tidak menunjukkan gejala. Sedangkan di Amerika Serikat, sejumlah warga di negara bagian Virginia, Texas, Georgia, Arizona, dan California turut dipantau otoritas kesehatan meski sejauh ini belum menunjukkan gejala serius.

Otoritas kesehatan global memantau ketat penumpang yang telah turun di berbagai negara guna mencegah penyebaran virus lebih luas. Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi dari otoritas kesehatan setempat.

Untuk mencegah penyebaran wabah ini, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan. Selain itu, otoritas kesehatan global juga perlu terus memantau situasi dan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memahami penyebab wabah ini.

Kesimpulan dari wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius ini adalah bahwa kewaspadaan dan kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit. Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti instruksi dari otoritas kesehatan setempat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *