Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 1 triliun. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 1 Mei 2026. Buyback ini akan mencakup saham yang tercatat di BEI serta American Depositary Receipt (ADR) yang diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE).
Rencana aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 8 Juni 2026. Periode pembelian kembali diperkirakan dimulai pada 9 Juni 2026 dan berakhir pada 8 Juni 2027. Dalam jangka waktu tersebut, Telkom memastikan jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor, serta free float tetap di atas 15 persen sesuai regulasi pasar modal.
Buyback ini akan dibiayai sepenuhnya dari kas internal perusahaan, tanpa melibatkan dana hasil penawaran umum atau pinjaman. Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap operasional perusahaan. Secara proforma, efeknya hanya akan menurunkan total aset dan ekuitas sebesar nilai buyback, tanpa mengganggu laba bersih.
Berikut rangkuman poin-poin utama rencana buyback Telkom:
- Nilai maksimum buyback: Rp 1 triliun.
- Target saham: Saham BEI dan ADR di NYSE.
- Persetujuan RUPS: 8 Juni 2026.
- Periode pelaksanaan: 9 Juni 2026 – 8 Juni 2027.
- Batas pembelian: tidak lebih dari 10% modal ditempatkan dan disetor.
- Free float minimum: 15%.
- Sumber dana: kas internal, tanpa pinjaman atau penawaran umum.
Langkah ini dipandang sebagai upaya meningkatkan nilai pemegang saham, mengoptimalkan struktur modal, dan menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dengan menurunkan jumlah saham beredar, rasio laba per saham (EPS) diharapkan meningkat, memberikan sinyal positif kepada investor.
Para analis pasar menilai bahwa buyback sebesar ini dapat memperkuat likuiditas saham Telkom serta mendukung stabilitas harga di pasar modal. Selain itu, kebijakan tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam memanfaatkan kas berlebih secara efisien, alih-alih menyalurkan ke investasi eksternal yang belum tentu memberikan return lebih tinggi.
Keputusan buyback Telkom juga sejalan dengan tren perusahaan besar di Indonesia yang menggunakan mekanisme serupa untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Dengan latar belakang kinerja keuangan yang solid, perusahaan yakin langkah ini tidak akan mengganggu alokasi modal untuk proyek strategis, termasuk pengembangan infrastruktur digital dan layanan telekomunikasi.
Secara keseluruhan, rencana buyback Telkom diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor, menstabilkan harga saham, dan meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka menengah hingga panjang.
