Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | Ben Pasternak, influencer berusia 26 tahun yang dikenal lewat aktivitasnya di dunia teknologi dan media sosial, kini berada di sorotan publik setelah ditangkap di New York pada akhir Maret. Ia dituduh melakukan satu kali strangulasi serta dua kali penyerangan dengan niat menyebabkan cedera fisik, terkait insiden yang terjadi pada 31 Maret. Penangkapan ini menambah daftar kontroversi yang mengelilingi sang tokoh, terutama setelah muncul kembali rekaman video lama yang menampilkan interaksi mengganggu antara Ben dan mantan pacarnya, Evelyn Ha, seorang kreator konten asal Australia.
Video‑video tersebut, yang awalnya diposting di kanal YouTube Evelyn Ha, beredar luas di platform media sosial. Salah satu klip memperlihatkan Ben mengajukan pertanyaan mengancam, “Apakah kamu lebih suka kita berenang di kolam itu, dan saya menahan kepalamu di bawah air hingga kamu mati?”. Dalam klip lain, ia mengejek penampilan Evelyn dengan menanyakan, “Pada skala 1 sampai 10, seberapa cantik saya hari ini?” dan menambahkan, “Di bawah biasanya.” Evelyn menanggapi dengan kebingungan dan mengungkapkan rasa takutnya. Sebuah adegan menampilkan Ben mendorong Evelyn ke atas tempat tidur dengan paksa, sementara ia tertawa dan menyebut tindakan tersebut “abusive”. Penonton menilai klip‑klip tersebut sebagai tanda peringatan akan perilaku yang berpotensi berbahaya.
Pihak kepolisian New York menahan Ben Pasternak dan menahan bukti yang mendukung tuduhan. Ia mengajukan pembelaan tidak bersalah dan dijadwalkan untuk hadir di Pengadilan Kriminal New York pada 11 Juni. Pernyataan yang dikutip dari eksekutif hubungan masyarakat Dini von Mueffling, yang kini mewakili Ben, menyatakan bahwa tuduhan tersebut “menyalahartikan apa yang terjadi” serta menyebut adanya penyelidikan independen yang menunjukkan klaim tersebut tidak berdasar.
Dini von Mueffling, pendiri Dini von Mueffling Communications, telah berpengalaman menangani kasus‑kasus sensitif. Sebelumnya, ia mewakili Kristin Cabot dalam kontroversi “Coldplay kiss cam” serta Virginia Guiffre, seorang penyintas skandal Jeffrey Epstein yang kemudian meninggal dunia. Pengalaman ini menjadikannya pilihan tepat bagi Ben dalam menghadapi sorotan media yang intens.
Berikut rangkuman tuduhan yang dihadapi Ben Pasternak:
- 1 kali tuduhan strangulasi tingkat kedua.
- 2 kali tuduhan penyerangan dengan niat menyebabkan cedera fisik.
Evelyn Ha, yang memiliki basis penonton generasi Z yang luas, telah mengonfirmasi melalui video di kanal YouTubenya bahwa hubungan mereka berakhir karena “batasan serius telah dilanggar”. Ia menekankan pentingnya keselamatan dan kesejahteraan pribadi setelah insiden tersebut.
Kasus ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan netizen. Beberapa pihak menilai video‑video lama sebagai bukti pola perilaku manipulatif, sementara yang lain berpendapat bahwa klip tersebut diambil dalam konteks hiburan dan tidak dapat dijadikan bukti konklusif. Namun, kehadiran kembali footage tersebut menambah tekanan publik pada proses hukum yang sedang berlangsung.
Selain aspek hukum, Ben Pasternak juga menghadapi sorotan pada usaha-usaha profesionalnya, termasuk peranannya dalam peluncuran token kripto Solana dan proyek‑proyek startup teknologi. Kritik terhadap perilaku pribadi berpotensi memengaruhi reputasi bisnisnya di masa depan.
Para pengamat hukum menekankan bahwa proses peradilan harus berjalan tanpa pengaruh media yang berlebihan, namun mereka mengakui bahwa kasus yang melibatkan figur publik memang sulit dipisahkan dari opini publik. Penegakan hukum akan menjadi tolok ukur bagi penanganan kasus serupa di era digital, di mana bukti video dapat muncul kembali setelah bertahun‑tahun.
Dengan perkembangan terkini, masyarakat diharapkan menunggu hasil persidangan yang adil, sambil tetap memperhatikan pentingnya kesadaran akan batasan pribadi dalam hubungan interpersonal, terutama di ruang publik.
