Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 April 2026 | Penggemar thriller kriminal kini dapat menyaksikan kembali aksi brutal dalam Sicario: Day of the Soldado yang dijadwalkan tayang pada Kamis, 16 April 2026 pukul 21.00 WIB lewat Bioskop Trans TV. Film sekuel yang disutradarai oleh Stefano Sollima ini melanjutkan cerita kelam di perbatasan Amerika Serikat‑Meksiko, menampilkan dua protagonis anti‑hero, agen federal Matt Graver (Josh Brolin) dan mantan pembunuh bayaran Alejandro Gillick (Benicio Del Toro).
Berbeda dengan pendahulunya yang dipandu oleh Emily Blunt sebagai kompas moral, Day of the Soldado menekankan atmosfer nihilistik tanpa batas. Pemerintah Amerika Serikat menuduh kartel Meksiko tidak hanya menyelundupkan narkoba, melainkan juga teroris dan manusia. Sebagai respons, Graver merancang strategi “false‑flag” dengan memicu perang antar‑kartel. Rencana tersebut melibatkan penculikan Isabel Reyes (Isabela Merced), putri seorang bos narkoba ternama, untuk memancing konflik internal antar kelompok kriminal.
Operasi dimulai dengan ledakan bom bunuh diri di Kansas City yang menewaskan 15 orang, sebuah insiden yang kemudian dihubungkan dengan jaringan teroris Yaman yang didukung kartel. Penyelidikan mengungkap bahwa kartel berperan sebagai jalur masuk senjata dan teror ke tanah Amerika. Di sinilah Graver dipanggil kembali, memanfaatkan Alejandro yang memiliki dendam pribadi terhadap bos kartel tersebut.
Setelah penculikan, tim Graver menghadapi serangkaian komplikasi: perlawanan keras dari kartel saingan, intervensi polisi federal, hingga kebocoran informasi ke publik. Pemerintah AS, takut operasi terungkap, secara mendadak mencabut dukungan dan mengeluarkan perintah “clean‑up” yang menuntut penghapusan semua saksi, termasuk Isabel. Alejandro, yang selama ini digambarkan sebagai sosok dingin, kini berhadapan dengan dilema moral—apakah harus melaksanakan perintah atau melindungi gadis yang menjadi sandera tak bersalah.
Penampilan Brolin sebagai Graver menonjolkan karakter yang memandang etika sebagai hambatan operasional. Sementara Del Toro memberikan kedalaman emosional pada Alejandro, menampilkan konflik internal antara profesionalisme dan kemanusiaan. Isabela Merced memperkuat peranannya sebagai remaja trauma yang tetap tangguh, menjadi pusat emosional film.
Dari segi visual, Sollima berhasil mempertahankan intensitas yang konsisten meski tanpa sinematografer legendaris Roger Deakins. Adegan baku tembak di gurun perbatasan, penggunaan senjata taktis, dan penggambaran lingkungan liar menambah nuansa maskulin dan keras. Durasi 122 menit cukup padat, menggabungkan aksi cepat dengan dialog yang menyoroti kebijakan rahasia dan kebobrokan birokrasi Washington.
Secara komersial, Sicario: Day of the Soldado mencatat pendapatan box‑office US$75,8 juta dengan biaya produksi sekitar US$35 juta, menunjukkan keberhasilan finansial yang solid. Rating IMDb berada di angka 7,1, menandakan penerimaan positif dari penonton internasional. Kritik mengapresiasi keberanian film dalam menampilkan realitas perang narkoba yang tidak berwarna, meski beberapa mengkritik kurangnya sentuhan puitis yang dimiliki film pertama.
Penayangan di Trans TV malam ini menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menikmati kembali aksi intens ini secara gratis. Selain Sicario: Day of the Soldado, jaringan televisi tersebut menjadwalkan film aksi lain, Renegades, pada pukul 23.00 WIB, memperpanjang maraton thriller kriminal malam itu.
Dengan latar belakang konflik geopolitik, strategi militer rahasia, dan pertanyaan moral yang mendalam, film ini tidak sekadar menghibur tetapi juga mengajak penonton merenungkan batas antara kebenaran dan kebohongan dalam perang melawan kartel. Bagi pecinta genre thriller, penayangan ini merupakan momen yang tidak boleh dilewatkan.
