Semarang Siap Menghadapi Tantangan: Dari Energi Listrik Sampah Hingga Penurunan Muka Tanah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Juni 2026 | Kota Semarang, ibukota Jawa Tengah, sedang bersiap untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Salah satu proyek strategis yang sedang dikerjakan adalah proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) regional Semarang-Kendal. Proyek ini diperkirakan akan mengolah hingga 2.000 ton sampah setiap harinya dan memiliki nilai investasi sekitar Rp 3 triliun.

Proyek PSEL ini merupakan program regional yang akan melayani pengolahan sampah dari dua wilayah, yakni Kota Semarang bersama Kabupaten Kendal. Meskipun jenis teknologi spesifik yang akan digunakan belum diputuskan secara final, sistem pengolahan nantinya akan mengedepankan teknologi ramah lingkungan dengan kemungkinan besar berbasis termal.

Baca juga:

Selain itu, Kota Semarang juga memiliki tradisi unik yang disebut Dugderan. Tradisi ini merupakan perayaan budaya yang dilaksanakan masyarakat Semarang sebelum Ramadan tiba. Acara ini memadukan unsur ritual keagamaan dengan kemeriahan pasar malam yang berlangsung di sekitar Masjid Agung Semarang.

Dalam kesempatan lain, Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, menyebut bahwa penurunan muka tanah atau land subsidence merupakan salah satu tantangan yang dihadapi Kota Semarang. Menurutnya, penurunan muka tanah ini tidak terjadi secara alamiah, melainkan disebabkan oleh ekstraksi air tanah berlebihan dan perubahan tata ruang yang menghilangkan area resapan air.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, juga menyampaikan bahwa Pancasila harus menjadi kompas yang mengarahkan pembangunan dan kehidupan bermasyarakat di Kota Semarang. Menurutnya, Pancasila merupakan jangkar moral bangsa yang dapat menjaga keutuhan bangsa dan berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dunia.

Dalam upaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, Kota Semarang terus berinovasi dan mengembangkan berbagai proyek yang ramah lingkungan. Salah satu contohnya adalah Bulusan Edu Park, yang berhasil mengolah lebih dari 1 ton sampah organik setiap bulan tanpa ada yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dengan demikian, Kota Semarang siap menghadapi tantangan yang dihadapi dan terus berupaya untuk menjadi kota yang lebih baik dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *