Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup melemah 4,93% ke level 5.889,48. Penurunan ini dipengaruhi oleh aksi jual bersih investor asing yang cukup besar, mencapai Rp525,3 miliar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu target utama investor asing untuk dijual. Nilai net sell di saham BBCA mencapai Rp265,3 miliar, dengan jumlah saham yang dijual mencapai 46,6 juta lembar. Hal ini menyebabkan harga saham BBCA turun 3% ke level Rp5.650 per saham.
Selain BBCA, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga menjadi target investor asing dengan nilai net sell sebesar Rp257,53 miliar. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net sell sebesar Rp198,73 miliar.
Penurunan IHSG juga dipengaruhi oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Rupiah melemah 88,5 poin (0,50%) ke Rp17.927,5 per dolar AS. Pergerakan bursa di kawasan Asia juga bervariasi, dengan indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 2,86% ke level 68.659,33, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 1,69% ke level 25.599,96.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga melakukan penjualan 100% saham PT Administrasi Medika (Admedika) kepada perusahaan kesehatan Singapura, Global Assistance & Healthcare Singapore Pte, Ltd (Fullerton). Penjualan ini dilakukan untuk meningkatkan fokus TLKM pada bisnis intinya.
Kondisi pasar saham yang tidak stabil ini menyebabkan investor harus berhati-hati dalam membuat keputusan investasi. Penting untuk memantau pergerakan pasar dan melakukan analisis yang mendalam sebelum membuat keputusan.
Kesimpulan, penurunan IHSG yang signifikan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, dipengaruhi oleh aksi jual bersih investor asing dan pelemahan rupiah. Saham BBCA dan TPIA menjadi target utama investor asing untuk dijual. Investasi di pasar saham memerlukan analisis yang mendalam dan pemantauan yang terus-menerus untuk menghindari kerugian.
