Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan selama beberapa hari terakhir, yang dipengaruhi oleh aksi jual asing dan fluktuasi di bursa Asia. Pada 28 Juli 2026, IHSG ditutup turun 0,89% ke level 6.130,59, disertai dengan net sell asing sebesar Rp789 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, TPIA, ANTM, dan KLBF.
Di tengah fluktuasi ini, sejumlah rekomendasi saham telah diberikan oleh analis untuk memanfaatkan peluang pembelian. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Timah Tbk (TINS), PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Sarana Menara Telekomunikasi Tbk (TOWR) adalah beberapa saham yang direkomendasikan untuk dibeli.
Sementara itu, saham BBRI juga menjadi perhatian setelah aksi jual asing yang cukup besar. Namun, dengan prospek yang cukup baik di sektor perbankan, BBRI masih dapat menjadi pilihan menarik bagi investor. Selain itu, saham-saham lain seperti ADRO, ANTM, dan BBCA juga menawarkan dividen yang menarik, sehingga dapat menjadi pilihan bagi investor yang mencari pendapatan tetap.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG diprediksi akan bergerak di kisaran 6.050-6.230. Dengan demikian, investor perlu waspada dan memantau pergerakan IHSG dengan seksama untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. Selain itu, memilih saham yang memiliki fondasi yang kuat dan prospek yang baik juga sangat penting untuk mencapai keuntungan di pasar saham.
Dalam kesimpulan, fluktuasi IHSG dan aksi jual asing telah mempengaruhi pergerakan saham-saham di Bursa Efek Indonesia. Namun, dengan rekomendasi saham yang tepat dan pemantauan yang seksama, investor dapat memanfaatkan peluang pembelian dan mencapai keuntungan di pasar saham.
