Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai: Purbaya dan Rosan Ungkap Solusi Akhir, Pemerintah Siap Umumkan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Pemerintah Indonesia kini berada pada tahap akhir penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta‑Bandung yang dikenal dengan nama Whoosh. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danantara Rosan Roeslani secara bersamaan menyatakan bahwa proses restrukturisasi utang Whoosh telah selesai, menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Purbaya menegaskan pada Simposium PT SMI 2026 di Ayana Midplaza, Jakarta, bahwa semua dokumen dan kesepakatan telah disepakati. “Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan,” ujar Purbaya, menambahkan bahwa keputusan ini juga telah diinformasikan kepada pemerintah China sebagai mitra utama proyek. Pernyataan tersebut menandai akhir dari serangkaian pertemuan intensif yang melibatkan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Baca juga:

Sementara itu, Rosan Roeslani menegaskan bahwa solusi konkret telah ditemukan dan kini berada di tangan AHY untuk finalisasi. “Solusinya sudah ada, dan kemarin kami sudah sounding. Insyaallah ini bisa selesai,” kata Rosan di kantor BKPM, Jakarta Selatan. Ia menolak mengungkap detail skema yang dipilih, namun menekankan bahwa langkah selanjutnya akan melibatkan negosiasi lanjutan dengan pihak China.

Berikut adalah rangkuman data utama terkait utang Whoosh:

Item Nilai
Total Utang Rp120,38 triliun
Persentase Pembiayaan China Development Bank 75%
Biaya Proyek Awal US$6 miliar
Biaya Proyek Akhir US$7,2 miliar (≈Rp20,05 triliun)
Skema Pembayaran Cost Overrun 60% oleh konsorsium Indonesia, 40% oleh konsorsium China

Skema pembayaran cost overrun dirancang agar beban keuangan dapat dibagi secara proporsional. Konsorsium Indonesia, yang beroperasi di bawah nama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), akan menanggung 60% atau sekitar US$720 juta, sementara konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd, menanggung sisanya sebesar US$480 juta.

Menurut Rosan, proses fine‑tuning skema masih berlangsung, namun ia yakin bahwa penyerahan resmi akan dilakukan oleh AHY dalam waktu dekat. “Nanti disampaikan langsung oleh Pak Menko Infra, lebih enaknya,” tambahnya. Pihak pemerintah diharapkan akan mengumumkan hasil akhir dalam satu atau dua minggu ke depan, sekaligus menyiapkan dokumen penandatanganan dengan perwakilan China.

Jika pengumuman resmi berjalan sesuai rencana, proyek Whoosh dapat melanjutkan fase konstruksi dengan kepastian pendanaan yang jelas, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola proyek infrastruktur berskala besar.

Dengan selesainya restrukturisasi utang Whoosh, harapan publik terhadap percepatan operasional kereta cepat Jakarta‑Bandung semakin kuat. Pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan semua hambatan birokrasi dan finansial, sehingga manfaat ekonomi dan sosial dari proyek ini dapat dirasakan oleh masyarakat secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *