Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Museum ini dibangun untuk mengenang perjuangan Marsinah, seorang tokoh buruh asal Nganjuk yang tewas mengenaskan pada Mei 1993 setelah memimpin unjuk rasa menuntut kenaikan upah buruh.
Museum Marsinah ini memiliki beberapa segmen yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah, seperti pakaian asli, tas pribadi, hingga kliping koran yang merekam peristiwa pembunuhan serta proses pengadilannya. Selain itu, museum ini juga menampilkan diorama situasi yang dihadapi buruh pada tahun 1990-an.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut Museum Marsinah bisa dimanfaatkan menjadi destinasi wisata edukatif baru sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat Nganjuk. Pembangunan museum ini dilakukan dengan pendanaan yang berasal dari donasi buruh seluruh Indonesia, juga keuangan organisasi independen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Biaya pembangunan Museum Marsinah mencapai hampir Rp3,8 miliar, yang sepenuhnya berasal dari dana gotong royong keluarga besar KSPSI AGN tanpa menggunakan APBN maupun APBD. Kekuatan ekonomi koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan museum ini.
Museum Marsinah diharapkan dapat menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia. Dengan adanya museum ini, diharapkan masyarakat dapat memahami sejarah perjuangan buruh di Indonesia dan menghargai peran Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.
Keberadaan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum tersebut juga menjadi ruang refleksi atas perjuangan buruh, terutama kaum perempuan, dalam menuntut kehidupan kerja yang lebih adil dan manusiawi.
Kesimpulan, Museum Marsinah merupakan simbol perjuangan buruh di Indonesia dan menjadi ruang mengenang keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Dengan adanya museum ini, diharapkan masyarakat dapat memahami sejarah perjuangan buruh di Indonesia dan menghargai peran Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
