Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Ratusan Juta Rupiah dari Ternate, Ungkap Jejak Kejahatan di Jakarta

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Kepolisian Daerah Metropolitan (Metropolitan Police) berhasil menangkap seorang residivis pencuri yang telah merampas ratusan juta rupiah dari warga asal Ternate. Penangkapan dilakukan pada Senin (9/4) di kawasan Sunter, Jakarta Utara, setelah penyelidikan intensif selama lebih dari tiga bulan.

Suspect bernama Ahmad Hadi (38) diketahui memiliki catatan kriminal panjang, termasuk kasus pencurian besar pada 2018 yang melibatkan penyelundupan uang tunai melalui jaringan transportasi darat. Menurut pihak kepolisian, Hadi kembali melakukan aksi pada akhir 2025 dengan menargetkan sejumlah pedagang dan pengusaha Ternate yang sedang berbisnis di ibukota.

Baca juga:

Investigasi dimulai ketika korban melaporkan kehilangan uang tunai senilai total sekitar Rp 250 miliar. Penyidik mengidentifikasi pola modus operandi yang mirip dengan kasus sebelumnya, yakni menggunakan identitas palsu, memanfaatkan jaringan transportasi umum, serta menyembunyikan hasil curian di tempat-tempat tersembunyi di kawasan industri.

Berikut rangkaian kronologis penangkapan yang disusun oleh tim investigasi:

  • 15 Maret 2026 – Laporan pertama dari korban di Ternate mengungkap pencurian di hotel Jakarta.
  • 22 Maret 2026 – Pengumpulan bukti CCTV menunjukkan sosok yang sama muncul di beberapa lokasi.
  • 30 Maret 2026 – Penyidik mengamankan saksi kunci yang memberikan informasi mengenai kendaraan yang digunakan.
  • 5 April 2026 – Tim khusus melakukan penggerebekan di apartemen milik tersangka di Sunter.
  • 9 April 2026 – Ahmad Hadi ditangkap tanpa perlawanan, barang bukti berupa uang tunai, dokumen palsu, dan peralatan penyamaran disita.

Selama proses penangkapan, polisi juga menemukan sejumlah dokumen terkait kasus hibah Rp12 miliar yang sedang diusut oleh jaksa. Dokumen tersebut mengindikasikan adanya potensi keterkaitan antara jaringan kejahatan finansial yang melibatkan tokoh politik daerah Maluku Utara, namun belum ada bukti kuat yang mengaitkan Ahmad Hadi langsung dengan kasus hibah tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus hibah tersebut, menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan tidak ada kaitan langsung antara dua kasus. Namun, penemuan dokumen ini menambah kompleksitas jaringan kejahatan keuangan di Indonesia, mengingat banyaknya pelaku yang memanfaatkan celah legal untuk menutup jejak kejahatan mereka.

Ketua Divisi Reserse Kriminal Polri, Kombes Pol. Dedi Prasetyo, menyatakan bahwa penangkapan Ahmad Hadi merupakan bukti komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan lintas wilayah. “Kami tidak akan berhenti menindak para pelaku yang merugikan negara dan masyarakat, baik yang bergerak di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Selain menahan Ahmad Hadi, polisi juga mengamankan dua kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut uang curian serta sejumlah perangkat komunikasi yang akan menjadi barang bukti penting dalam proses persidangan.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga Ternate yang merasa rentan terhadap aksi kejahatan di luar pulau. Gubernur Maluku Utara, Muhammad Zainul Majdi, menyampaikan rasa prihatin dan meminta kepolisian untuk meningkatkan pengamanan bagi warga daerah yang beraktivitas di luar wilayah mereka.

Di sisi lain, pihak berwenang menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga kepolisian, kejaksaan, dan otoritas keuangan dalam menanggulangi kejahatan terorganisir. Upaya bersama ini diharapkan dapat memutus rantai kejahatan yang melibatkan pencurian uang tunai, penyalahgunaan dana hibah, serta praktik korupsi lainnya.

Ke depan, penyidik akan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik aksi pencurian tersebut. Ahmad Hadi dijadwalkan akan menjalani proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sementara korban diharapkan akan menerima ganti rugi melalui proses peradilan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan finansial tidak mengenal batas geografis, dan sinergi antar lembaga negara menjadi kunci utama dalam menegakkan keadilan serta melindungi kepentingan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *