Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami penurunan pada hari Kamis, disebabkan oleh kekhawatiran terkait kebijakan pemerintah dan perubahan dalam indeks MSCI. Rupiah melemah menjadi 17.640 per dolar AS, membuatnya menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hampir 4%, mendekati level terendah dalam satu tahun terakhir. Kekhawatiran ini dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk mengontrol komoditas, termasuk minyak sawit dan batu bara, yang dikelola oleh Dana Investasi Pemerintah (Danantara Indonesia).
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa perusahaan akan mempertahankan kontrak ekspor yang ada, namun akan meninjau kembali harga untuk memastikan keselarasan dengan harga pasar. Hal ini dapat berdampak negatif pada beberapa perusahaan, terutama yang terkena dampak langsung dari kebijakan ini.
MSCI, sebuah perusahaan penyedia indeks saham global, telah mengumumkan perubahan dalam komposisi indeksnya, termasuk penghapusan beberapa saham Indonesia. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan investor dan menyebabkan penarikan dana dari pasar saham Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berusaha untuk meredakan kekhawatiran investor dengan mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berdiskusi tentang cara meningkatkan kepercayaan investor. OJK juga menyatakan bahwa penurunan IHSG masih relatif moderat dibandingkan dengan penurunan di bursa lainnya di Asia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih rentan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dan dinamika global. Investor perlu memantau situasi ini dengan cermat dan menunggu keputusan pemerintah untuk memahami dampak lebih lanjut terhadap pasar saham.
