Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Juli 2026 | Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, baru-baru ini menjadi sorotan publik karena beberapa kejadian yang memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Salah satu kejadian yang paling viral adalah ketika Dody menolak disalami oleh anak buahnya saat turun dari pesawat. Video tersebut dengan cepat beredar di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Beberapa netizen membandingkan Dody dengan mantan Menteri PU, Basuki Hadimuljono, yang dikenal karena gaya hidup sederhana dan bersahaja. Perbandingan ini memicu kerinduan pada sosok “Pak Bas” yang dianggap lebih dekat dengan masyarakat. Sosok Basuki Hadimuljono memang melekat erat di hati publik berkat gayanya yang nyentrik namun bersahaja.
Di samping kontroversi tersebut, Dody juga menghadapi tekanan dari Komisi V DPR yang meminta dia untuk fokus pada tugas dan menghentikan polemik yang belakangan menjadi sorotan publik. Anggota Komisi V DPR, Syafiuddin Asmoro, menegaskan bahwa Kementerian PU memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional dan bahwa seluruh energi pimpinan kementerian seharusnya diarahkan untuk mempercepat penyelesaian program-program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Dody juga mengungkapkan bahwa sekitar 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU terindikasi melakukan manipulasi absensi elektronik. Hal ini terungkap setelah sistem absensi elektronik diperbaiki dan pengawasannya diperketat. Praktik manipulasi absensi ini tentu saja merugikan negara dan mengganggu kinerja birokrasi.
Peneliti Sygma Research and Consulting, Nasir Fakhrudin, menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan evaluasi serius terhadap kinerja Dody Hanggodo. Menurutnya, rangkaian polemik yang terjadi belakangan ini telah mengganggu fokus birokrasi sekaligus mengikis kepercayaan publik terhadap Kementerian PU.
Dody Hanggodo juga baru-baru ini melakukan mutasi besar-besaran terhadap lebih dari 100 ASN di lingkungan kementeriannya. Meskipun Dody membantah bahwa mutasi ini terkait dengan isu kebocoran perjalanan dinas keluarganya ke Amerika Serikat, namun hal ini tetap memicu spekulasi di kalangan masyarakat.
Publik juga menyoroti kekayaan Dody yang mencapai Rp73,6 miliar, termasuk kepemilikan mobil listrik mewah Lexus RZ 450e tahun 2023. Koleksi kendaraan Dody didominasi oleh mobil-mobil kelas atas keluaran terbaru yang sangat kontras jika dibandingkan dengan pendahulunya yang dikenal sangat sederhana.
Kesimpulan dari semua kontroversi yang melibatkan Dody Hanggodo adalah bahwa masyarakat membutuhkan figur yang dapat memimpin dengan integritas dan transparansi. Kementerian PU memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan infrastruktur nasional, dan oleh karena itu, pimpinan kementerian harus dapat membangun kepercayaan publik dan memfokuskan energi pada penyelesaian program-program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
