Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan serangkaian langkah strategis pada pekan ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Dalam pertemuan dengan 170 bupati di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, ia menegaskan bahwa ancaman fenomena El Nino tidak mengancam keamanan beras negara berkat cadangan yang diproyeksikan mencapai lima juta ton dalam tiga hari ke depan.
Stok beras pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 4,9 juta ton, level tertinggi sejak kemerdekaan. Jika dipadukan dengan standing crop yang diperkirakan mencapai 11 juta ton dan cadangan sektor Horeka sebesar 12,5 juta ton, total persediaan beras nasional melampaui 28 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama sebelas bulan. Data ini memberi keyakinan bahwa harga beras dapat tetap stabil meski El Nino diprediksi berlangsung selama enam bulan.
| Komponen | Jumlah (ton) |
|---|---|
| CBP (saat ini) | 4,9 juta |
| CBP (proyeksi 3 hari) | 5,0 juta |
| Standing crop | 11,0 juta |
| Sektor Horeka | 12,5 juta |
Selain kebijakan stok, Mentan Amran menyoroti penegakan harga Minyakita. Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp 15.700 per liter. Ia memperingatkan bahwa produsen yang melanggar regulasi akan mendapat sanksi tegas bersama Satgas Pangan. “Jika ada yang menaikkan harga di atas HET, saya akan turun tangan langsung,” tegasnya.
Di sektor energi, Amran mengumumkan peluncuran program biodiesel campuran 50% minyak sawit (B50) yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Program ini diharapkan menghentikan impor solar senilai 5 juta ton per tahun. Dengan mengalihkan sekitar 5,3 juta ton minyak sawit mentah (CPO) ke produksi biodiesel, pemerintah menargetkan tidak lagi bergantung pada impor solar, sekaligus meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit.
Implementasi B50 diperkirakan akan menambah harga CPO di pasar internasional, namun Amran menegaskan bahwa surplus produksi dalam negeri tetap terjaga, sehingga tidak menimbulkan kelangkaan minyak goreng. Ia menambahkan bahwa program ini tidak menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng domestik.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun, dimana lebih dari Rp3 triliun ditujukan untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk pompanisasi, pemanfaatan embung, dan sumber air alternatif. Hingga kini, pendaftaran bantuan pompa air telah mencakup 80 ribu unit, yang diproyeksikan menjangkau satu juta hektare lahan sawah rawan kekeringan.
- Anggaran irigasi: > Rp3 triliun
- Program benih unggul tahan kekeringan: Rp2 triliun
- Ekspansi lahan sawah baru: 30.000 ha
Langkah-langkah ini memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan. Dengan stok beras yang cukup, pengawasan harga minyak goreng, dan program B50 yang menurunkan ketergantungan pada impor solar, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi rakyat di tengah tantangan iklim global.
Secara keseluruhan, kebijakan yang diusung oleh Andi Amran Sulaiman menunjukkan sinergi antara sektor pertanian, energi, dan regulasi pasar. Dengan persiapan cadangan beras yang memadai, penindakan tegas terhadap praktik spekulasi harga, serta inovasi bioenergi, Indonesia diposisikan untuk menghadapi El Nino tanpa mengorbankan kesejahteraan petani maupun konsumen.
