Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Langsung Mengatasi Kelangkaan Pupuk dan Persoalan Irigasi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Juni 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung mengatasi kelangkaan pupuk dan persoalan irigasi sebagai upaya memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional usai menerima berbagai aduan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).

Menurut Mentan, kelangkaan pupuk dan kerusakan irigasi merupakan masalah serius yang perlu diatasi segera. Ia memerintahkan jajarannya melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan untuk memastikan bahwa petani dapat memperoleh pupuk dengan mudah dan irigasi yang baik.

Baca juga:

Selain itu, Mentan juga membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi peserta untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun persoalan yang mereka temukan langsung di tengah masyarakat. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pupuk bersubsidi, kerusakan irigasi, alih fungsi lahan, strategi mempertahankan swasembada pangan, hingga pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian.

Di lain pihak, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan menggelar Kompolnas Awards 2026, yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada satuan yang memiliki kinerja terbaik dalam menangani aduan masyarakat. Kompolnas Awards 2026 akan mempertimbangkan seberapa banyak aduan masyarakat yang diajukan ke Kompolnas dan bagaimana Polda, Polres, atau Satker itu meresponnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat sebanyak 787 aduan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi sepanjang 2026 yang diterima melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Kemdiktisaintek menyatakan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Dalam kasus lain, seorang lansia di Karanganyar diduga menjadi korban penipuan haji khusus dengan kerugian mencapai Rp 100-an juta. Polisi telah menangkap seorang tersangka dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menariknya, Mendikti Saintek Brian Yuliarto menyatakan bahwa pola kekerasan seksual di kampus mengalami perubahan pola, yaitu dari kekerasan fisik langsung menjadi kekerasan lewat digital. Ia menekankan pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi untuk menjaga keselamatan dan integritas mahasiswa.

Kesimpulan, permasalahan kekerasan, penipuan, dan kelangkaan pupuk merupakan masalah serius yang perlu diatasi segera. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya penanganan yang efektif dan efisien untuk memastikan bahwa masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *