Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menegaskan pentingnya pertemuan Halal Bihalal Sumbagsel sebagai momentum strategis untuk merumuskan program konkret yang akan dijalankan pada periode 2027-2029. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh tokoh perantauan Sumbagsel, Gubernur Lampung, serta pejabat daerah terkait, agenda utama difokuskan pada penyusunan kebijakan yang mengangkat nilai persaudaraan, pembangunan ekonomi, serta peningkatan pelayanan publik.
Acara Halal Bihalal yang digelar secara virtual ini juga menjadi ajang silaturahmi antar‑anggota diaspora Sumbagsel yang tersebar di seluruh Indonesia. Gubernur Lampung, H. Arifin Yusuf, menyoroti bahwa pertemuan ini menjadi bukti kuat ikatan kekerabatan yang tetap terjaga meski berada di perantauan. “Kami menyaksikan semangat kebersamaan yang mengalir dari Sabang sampai Merauke. Hal ini menjadi landasan utama bagi Mendagri untuk mengajak kami merumuskan program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Mendagri, Bambang Susanto, menyampaikan bahwa program 2027-2029 akan difokuskan pada tiga pilar utama: pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Ia menambahkan, “Halal Bihalal Sumbagsel bukan sekadar tradisi, melainkan platform strategis untuk mengidentifikasi kebutuhan riil dan menyalurkannya ke kebijakan yang terukur. Kami mengundang semua pihak untuk berkontribusi dalam menyusun roadmap yang dapat diimplementasikan dalam tiga tahun ke depan.”
Berikut rangkuman poin‑poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut:
- Pembangunan Infrastruktur Desa: Pengadaan jalan akses, jaringan listrik, dan fasilitas air bersih di wilayah-wilayah terpencil Sumbagsel.
- Peningkatan Kualitas Pendidikan: Revitalisasi sekolah menengah, pelatihan guru, serta penyediaan beasiswa bagi pelajar berprestasi.
- Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Pengembangan pusat pelatihan kerajinan tradisional, dukungan pemasaran produk lokal, serta pembentukan koperasi digital.
Selain itu, dibentuklah Tim Koordinasi Halal Bihalal Sumbagsel yang terdiri dari perwakilan pemerintah provinsi, komunitas diaspora, serta lembaga non‑pemerintah. Tim ini akan menyusun laporan evaluasi tahunan serta mengadakan forum dialog setiap enam bulan untuk memastikan program tetap relevan dengan dinamika lapangan.
Para tokoh perantauan juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menggerakkan agenda tersebut. Salah satu pemuda asal Sumatera Barat yang kini berkarier di bidang teknologi, Rizky Pratama, mengusulkan pembentukan inkubator startup berbasis agrikultur. “Kami ingin menghubungkan petani tradisional dengan teknologi modern, sehingga produksi dapat meningkat tanpa mengorbankan lingkungan,” jelasnya.
Gubernur Lampung menutup pertemuan dengan harapan bahwa Halal Bihalal Sumbagsel tahun ini menjadi titik tolak perubahan yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat jaringan kekerabatan, sekaligus menjadikan program 2027-2029 sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Dengan dukungan penuh dari Mendagri, program yang dirumuskan diharapkan tidak hanya menjadi slogan semata, melainkan aksi terukur yang dapat dirasakan manfaatnya oleh jutaan orang di wilayah Sumbagsel dan sekitarnya. Halal Bihalal Sumbagsel kini berada pada posisi strategis untuk menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
