Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Agustus 2026 | Maluku Utara kembali menjadi sorotan setelah seorang nelayan bernama Esau Sidemo ditemukan selamat setelah 26 hari hilang di Samudra Pasifik. Nelayan asal Kota Ternate ini dilaporkan hanyut saat melaut dan berhasil dievakuasi oleh awak kapal berbendera Prancis.
Saat ini, korban berada di atas kapal LNG Endeavour yang dalam perjalanan menuju Cina dan terus dipantau kesehatannya oleh tim medis kapal tersebut. Peristiwa bermula saat korban keluar dari rumahnya untuk melaut di Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, pada Selasa (7/7). Namun perahu korban terbawa arus hingga dinyatakan hilang.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Indonesia pada Selasa (4/8/2026). BMKG memprakirakan status Awas (Hujan Sangat Lebat–Ekstrem) serta status Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat) dilaporkan nihil di seluruh wilayah Indonesia. Meski demikian, sejumlah daerah berada dalam status Waspada (Hujan Sedang–Lebat), seperti Aceh, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara.
Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai pemberlakuan tarif preferensi nol persen bagi produk olahan tuna dan cakalang Indonesia ke Jepang melalui skema Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) harus didukung dengan penguatan sektor hulu. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif mengatakan terbukanya akses pasar melalui tarif preferensi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor tuna dan cakalang.
Proyek pembangunan jalan usaha tani (JUT) T.A 2026 yang dikelola secara swakelola oleh Dinas Pertanian Maluku Utara juga menjadi sorotan warga. Proyek yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan itu diduga tidak memenuhi prinsip keterbukaan informasi publik serta menggunakan sumber material yang tidak berizin.
Komunitas Barisan Cinta Lingkungan (BCL) Halmahera Selatan, Maluku Utara memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung program ketahanan pangan. Kebun percontohan ini dibangun tepat di halaman sekretariat mereka yang berlokasi di Desa Hidayat, Kecamatan Bacan. Di lahan tersebut, para anggota BCL membudidayakan puluhan jenis tanaman hortikultura.
Kesimpulan, Maluku Utara kembali menjadi sorotan dengan berbagai peristiwa yang terjadi di daerah tersebut. Dari penemuan nelayan hanyut hingga proyek jalan usaha tani, semua menjadi perhatian masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Maluku Utara dapat menjadi daerah yang lebih baik dan lebih maju di masa depan.
