Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II di Kupang pada 25 April 2026. Kunjungan ini menandai komitmen pemerintah untuk mengangkat Kopdes Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi daerah, mengubah peran masyarakat dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku usaha mandiri.
Dalam diskusi, Ferry menegaskan bahwa koperasi merupakan alat perjuangan bagi ekonomi yang lemah. Ia menyatakan, “Dengan adanya KKMP Manulai II, hadir kekuatan baru yang dapat berkembang dalam beberapa tahun ke depan, dimulai dari penjualan barang sederhana.” Dukungan finansial akan difasilitasi oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, yang menyediakan modal awal bagi pengadaan barang dagangan dan peralatan produksi.
Gubernur Laka Lena menambahkan bahwa koperasi kini tidak lagi terbatas pada kegiatan simpan pinjam. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari produksi, hilirisasi, distribusi, hingga pemasaran. “Era sekarang menuntut saling topang. Kita harus mengelola rantai nilai secara menyeluruh, termasuk industri ringan,” ujarnya.
Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, melaporkan bahwa koperasi telah membuka gerai sembako dan mulai memproduksi produk lokal asli NTT, termasuk beras unggulan. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan gubernur dan wakil gubernur untuk memperkuat identitas produk daerah.
Program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan peralihan peran masyarakat menjadi pelaku usaha. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar per koperasi untuk pembangunan fisik, pengadaan alat, dan operasional. Selain itu, rekrutmen massal sebanyak 35.476 tenaga kerja, termasuk 30.000 manajer, dibuka untuk mempercepat operasional koperasi di seluruh Indonesia.
Digitalisasi menjadi pilar ketiga dalam upaya memperkuat Kopdes Merah Putih. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa penerapan sistem manajemen digital akan meningkatkan efisiensi produksi, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar. Contoh sukses dari Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey dijadikan model untuk replikasi di NTT, memungkinkan koperasi mengelola stok, perencanaan, serta distribusi secara real‑time.
- Fasilitas pembiayaan melalui LPDB Koperasi
- Anggaran pemerintah Rp 3 miliar per koperasi
- Rekrutmen 35.476 tenaga kerja, termasuk manajer PKWT
- Implementasi sistem digital untuk manajemen produksi dan pemasaran
- Kolaborasi antara koperasi maju dan Kopdes Merah Putih
Dengan kombinasi dukungan kebijakan, pendanaan, tenaga kerja terlatih, dan teknologi digital, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi kekuatan baru yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi NTT. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi ekonomi desa.
