Konflik di Papua: 3.000 Warga Mengungsi, OPM Dituduh Bunuh Warga Sipil

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juli 2026 | Konflik antara TNI dan OPM di Papua kembali memanas. Sekitar 3.000 warga mengungsi akibat konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Mereka berasal dari sejumlah kampung di Distrik Agisiga dan Distrik Hitadipa.

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits B. Ramandey, mengatakan bahwa warga memilih meninggalkan kampung karena merasa tidak aman menyusul kontak senjata yang berulang di sekitar permukiman. "Dari pengakuan warga, keputusan untuk meninggalkan kampung dipengaruhi oleh rasa takut, trauma, dan kekhawatiran atas berulangnya kekerasan. Kondisi ini berdampak terhadap hak mereka atas rasa aman, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya," ujarnya.

Baca juga:

Sementara itu, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terjadi penembakan yang menewaskan tiga warga sipil. OPM dituduh sebagai pelaku penembakan. Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) mengecam aksi penembakan tersebut dan menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Papua harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta perlindungan terhadap warga sipil.

Legislator, Mafirion, mendesak aparat penegak hukum mengusut penembakan 3 warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. "Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat Papua. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata," katanya.

Konflik di Papua telah berlangsung lama dan menimbulkan banyak korban jiwa. Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus berusaha menyelesaikan konflik ini dengan cara yang damai dan menghormati hak asasi manusia.

Kesimpulan, konflik di Papua memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pihak-pihak terkait. Penyelesaian konflik harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta perlindungan terhadap warga sipil. Diperlukan upaya yang lebih serius dan efektif untuk menyelesaikan konflik ini dan mencegah korban jiwa lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *