Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Agustus 2026 | Kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, masih menyisakan banyak misteri. Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri dengan busa di mulut dan hidung di depan sebuah klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba.
Awalnya, keluarga menerima kematian itu dengan ikhlas, namun seiring berjalannya waktu, sejumlah kejanggalan muncul dan mendorong laporan polisi, yang berujung pada ekshumasi (pembongkaran makam) pada Rabu, 12 Agustus 2026 oleh Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Tengah dan tim forensik gabungan.
Tim dokter forensik sudah mengidentifikasi jenazah Sutrimo dan melakukan pemeriksaan luar. Mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad tubuh Sutrimo. Namun, proses pemeriksaan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan histopatologi, toksikologi, dan DNA.
Kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, membongkar adanya telepon dadakan dari Febrie Adriansyah yang memaksa Sutrimo kembali ke Jakarta beberapa hari sebelum ia ditemukan tewas. Sutrimo ditelepon dan diminta segera pulang, dengan alasan bahwa Febrie memiliki masalah dan ingin berbicara dengannya.
Kematian Sutrimo masih menyisakan banyak pertanyaan, termasuk tentang penyebab kematian dan kejanggalan yang terjadi sebelum kematiannya. Keluarga dan pihak berwajib masih terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkapkan kebenaran di balik kematian Sutrimo.
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Polri terlambat menangani kematian Sutrimo. Penanganan kematian tidak wajar semestinya tidak bergantung pada ada atau tidaknya laporan dari keluarga korban. Polisi dapat memulai penyelidikan berdasarkan temuan sendiri ketika menemukan indikasi kematian yang tidak wajar.
Kesimpulan, kematian Sutrimo masih menyisakan banyak misteri yang belum terpecahkan. Penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwajib terus berupaya untuk mengungkapkan kebenaran di balik kematian Sutrimo.
