Kebakaran Hebat Melanda Kasepuhan Adat Ciptamulya, 50 Rumah Hangus dan Kerugian Mencapai Rp 2,5 Miliar

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juli 2026 | Kebakaran hebat melanda Kasepuhan Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7/2026) siang. Api diduga berasal dari gangguan arus pendek listrik (korsleting) pada kWh meter yang kemudian dengan cepat menyambar bangunan sekitar.

Menurut Bupati Sukabumi Asep Japar, kebakaran menghanguskan sekitar 50 rumah warga dan 1 imah gede atau rumah adat. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar.

Baca juga:

Mayoritas rumah tinggal di kampung adat tersebut merupakan rumah panggung berbahan kayu dan bambu dengan atap ijuk. Kondisi material yang mudah terbakar serta antarrumah yang berdempetan membuat kobaran api meluas hanya dalam kurun waktu 15 menit.

Salah seorang warga terdampak, Uwar (67), menceritakan kepanikannya saat menyadari kemunculan api dari area fasilitas MCK umum di dekat kediamannya. Ia harus kehilangan lima unit leuit (lumbung padi) beserta seluruh persediaan padi yang disimpan untuk kebutuhan bertahun-tahun.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pemerintah akan segera turun tangan untuk membantu pemulihan kawasan tersebut. Ia menyebut Kasepuhan Adat Ciptamulya merupakan bagian dari warisan budaya Jawa Barat yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun kembali rumah-rumah yang terbakar dalam kebakaran di Kasepuhan Adat Ciptamulya. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menghubungi pimpinan Kasepuhan Adat Ciptamulya, Abah Asep, untuk menyampaikan komitmen pemerintah membangun kembali rumah yang terdampak kebakaran.

Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau langsung lokasi bencana dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna menetapkan langkah tanggap darurat bagi ratusan warga yang terdampak.

Pemkab Sukabumi mulai menyalurkan bantuan logistik dasar dan menyiapkan dapur umum untuk para penyintas yang kini mengungsi di rumah kerabat dan tetangga.

Korban kebakaran di kawasan pemukiman Kasepuhan Adat Ciptamulya menceritakan kejadian yang dialiminya. Mereka harus mengungsi ke tempat tetangga atau saudara yang tak jauh dari wilayah kasepuhan.

Dede, salah satu korban, menceritakan bahwa api dengan cepat meratakan permukiman karena mayoritas bangunan merupakan rumah tradisional berbahan bambu dan kayu dengan atap ijuk yang sangat mudah terbakar. Ia kehilangan rumah dan surat-surat penting, termasuk SK PPPK anaknya.

Kesimpulan, kebakaran hebat yang melanda Kasepuhan Adat Ciptamulya telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi warga setempat. Pemerintah daerah dan provinsi telah berkomitmen untuk membantu pemulihan kawasan tersebut dan membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *