Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Agustus 2026 | Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah memasuki hari kedelapan. Api telah membakar sekitar 550 hektar lahan, termasuk area yang dilindungi seperti bunga edelweiss.
Pemerintah telah mengirimkan tim pemadaman kebakaran, termasuk helikopter water bombing, truk pemadam kebakaran, dan personil darat. Namun, upaya pemadaman masih terkendala oleh cuaca kering dan kondisi El Nino yang memperburuk kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Gatot Soebroto, mengatakan bahwa kebakaran telah berhasil dipadamkan hingga Minggu, 9 Agustus 2026. Namun, tim pemadaman masih menemukan titik api baru di kawasan sekitar kaldera Bromo dengan luas sekitar 20 hektar.
Forestry Minister Raja Juli Antoni mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya memadamkan kebakaran dan mencegah kebakaran baru. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang rokok dan membakar lahan.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah ditutup untuk pengunjung hingga waktu yang tidak ditentukan. Pemerintah berharap bahwa upaya pemadaman dapat segera berhasil dan kebakaran dapat dipadamkan sepenuhnya.
Kondisi kebakaran di Gunung Bromo ini merupakan peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan dan mencegah kebakaran. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk melindungi sumber daya alam dan mencegah bencana kebakaran.
